Lamongan, Liputan12.com — Kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia di tingkat desa terus dilakukan Pemerintah Desa Pucangro, Kabupaten Lamongan. Salah satunya melalui kegiatan Seminar Positive Parenting dan Bedah Buku “Ayat-Ayat Cinta” yang digelar di Aula Kantor Desa Pucangro, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pucangro H. Zuli Kasmawanto, S.IP., M.IP., bersama Ibu Kepala Desa, serta berbagai unsur dan lapisan masyarakat Desa Pucangro.
Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk karakter dan masa depan anak. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas generasi penerus.
Kepala Desa Pucangro, H. Zuli Kasmawanto, S.IP., M.IP., mengatakan bahwa masa depan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), pembangunan jalan maupun pembangunan gedung.
«“Masa depan desa bukan hanya ditentukan oleh APBDes, pembangunan jalan atau pembangunan gedung, tetapi masa depan desa akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” ujar Zuli.»
Menurutnya, program parenting di desa yang ingin maju tidak harus sepenuhnya bergantung pada anggaran desa. Kegiatan serupa dapat dikembangkan melalui swadaya masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi berbagai sumber daya lokal.
Zuli berharap seminar parenting tersebut tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, budaya membaca, berdiskusi dan menulis perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat, terutama di lingkungan keluarga dan desa.
“Dengan adanya seminar parenting ini, kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada acara hari ini. Mari kita dorong budaya gemar membaca, berdiskusi dan menulis, khususnya di lingkungan desa,” katanya.
Ia menegaskan, desa yang maju bukan semata-mata desa yang memiliki pembangunan fisik yang baik. Lebih dari itu, desa harus memiliki masyarakat yang cerdas, berpengetahuan, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita bangun desa dari rumah masing-masing. Desa yang kuat dimulai dari keluarga yang kuat. Keluarga yang kuat lahir dari kasih sayang. Kasih sayang harus dibarengi keteladanan,” tegasnya.
Sementara itu, Hj. Dr. Khoirotun Ni’mah, S.Pd., M.Pd.I., yang turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pendekatan bedah buku dalam seminar parenting merupakan salah satu inovasi untuk membangun desa melalui unit terkecil, yakni keluarga.
Menurutnya, melalui buku-buku pengasuhan yang relevan, para orang tua dapat memperoleh wawasan mengenai cara mendidik anak sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak memahami berbagai strategi mendidik anak di tengah perkembangan era digital. Peran orang tua dinilai semakin penting dalam memberikan pendampingan, pengawasan serta keteladanan kepada anak.
Selain itu, parenting juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan orang tua dalam mendidik anak agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja. Pola asuh yang tepat juga perlu dipadukan dengan pemenuhan gizi yang baik sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
“Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis. Karena itu, lingkungan desa harus menjadi ruang bersama untuk memperkuat pengetahuan dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemaparan materi, berdiskusi serta menggali berbagai wawasan mengenai pola asuh positif dan pentingnya literasi keluarga.
Di akhir acara, Kepala Desa Pucangro bersama Ibu Kepala Desa turut membagikan buku kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan budaya membaca di lingkungan desa.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Pucangro berharap semangat membangun generasi unggul dapat dimulai dari keluarga, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat untuk mewujudkan desa yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusianya.
Penulis : Ther



