- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Satgas Karhutla Kerahkan Alat Berat Sekat Kebakaran di Rimbo Panjang Kampar

Kamis, 27 Agustus 2026 | 8/27/2026 10:47:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T15:47:25Z
Asap tebal masih mengepul dari lahan gambut yang membara di Rimbo Panjang, Kampar. Meski tak ada lagi titik api aktif dalam tiga hari terakhir, 283 personel gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan, bahkan harus mengerahkan alat berat untuk menyekat api agar tak kembali menjalar.


Kampar, Liputan12.com — Memasuki hari ke-12 penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satuan Tugas (Satgas) Karhutla masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lahan gambut seluas 13 hektare di wilayah Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau.


Untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke area lain, petugas mengerahkan alat berat untuk membuat sekat batas di sekitar lahan yang terbakar.


Kapolres Kampar AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang mengatakan, hingga tiga hari terakhir tidak ditemukan lagi titik api aktif atau firespot. Kendati demikian, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan ekstra karena bara api masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah.




“Alhamdulillah, titik api sudah tidak ada lagi dalam tiga hari ini. Namun, proses pendinginan tanah gambut memang menghasilkan asap yang sangat tebal karena ini bagian dari proses penurunan suhu tanah,” kata Boby dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).


Menurutnya, meskipun kobaran api sudah berhasil dikendalikan, petugas masih terus bersiaga dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.


Dari total 13 hektare lahan yang terbakar, sekitar 8 hingga 9 hektare telah selesai menjalani proses pendinginan. Petugas kini memfokuskan penanganan pada sisa area yang masih membutuhkan pendinginan.


“Dari total 13 hektare yang terbakar, sekitar 8 hingga 9 hektare sudah selesai didinginkan,” ujar Boby.


Dalam penanganan karhutla tersebut, sebanyak 283 personel gabungan dikerahkan. Kekuatan tersebut terdiri dari 150 personel Polres Kampar yang diperkuat personel Brimob Polda Riau, BPBD Kabupaten Kampar, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta kelompok relawan pemadam api.


Selain pemadaman dan pendinginan, Satgas juga melakukan langkah antisipasi agar api tidak kembali menjalar. Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun sekat kanal dan embung di sekitar lokasi kebakaran.


Infrastruktur darurat tersebut sekaligus menjadi sumber pasokan air untuk mendukung proses pendinginan, terutama setelah pada hari pertama petugas menghadapi kendala keterbatasan sumber air.


“Selain kita melakukan proses pendinginan, ini kita juga dengan sarana dan prasarana yang ada, yaitu berupa alat berat, kita melakukan sekat batas,” ucap Boby.


Satgas Karhutla memastikan seluruh personel tetap melakukan pemantauan di lokasi hingga kondisi lahan benar-benar dinyatakan aman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut.


Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update