![]() |
| Pemulangan serentak pada 22 Agustus hingga 1 September 2026 difasilitasi armada pesantren dan sistem pantau digital via WhatsApp untuk memudahkan wali santri. |
Sampang, Liputan12.com — Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, suasana penuh kebahagiaan mulai terasa di Pondok Pesantren (Ponpes) Gedangan, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
Untuk memastikan kepulangan ratusan santri berlangsung aman, tertib, dan nyaman, pihak kesekretariatan Ponpes Gedangan menyiapkan mekanisme pemulangan secara terpusat dan terkoordinasi. Langkah tersebut dilakukan agar para santri dapat kembali ke kampung halaman dengan pengawasan yang baik serta memudahkan para wali santri dalam memantau perjalanan.
Berdasarkan edaran resmi pesantren, masa libur Maulid Nabi tahun ini berlangsung mulai Sabtu hingga Selasa, 22 Agustus sampai 1 September 2026 M, bertepatan dengan 09–19 Rabiul Awal 1448 H.
Pemulangan santri dijadwalkan secara serentak pada Sabtu pagi, pukul 06.30 WIB. Para santri akan diberangkatkan menggunakan armada rombongan yang telah difasilitasi dan dikoordinasikan oleh pihak pengurus pesantren.
Titik Penjemputan di Sejumlah Wilayah
Untuk memudahkan wali santri dalam melakukan penjemputan, pihak Ponpes Gedangan telah menetapkan sejumlah titik yang menjadi lokasi pemberhentian rombongan. Setiap wilayah memiliki penanggung jawab yang bertugas melakukan koordinasi dengan pihak pesantren maupun wali santri.
Adapun titik penjemputan yang telah ditetapkan meliputi:
- Surabaya: Yayasan Ibnu Zain, dengan koordinator Ustadz Rosyidi Huji.
- Torjunan Barat: Kediaman Bapak Munawwir.
- Torjunan Timur: Masjid Baitul Jannah, dengan koordinator Ustadz Zuhri.
- Robatal: Kediaman H. Fauzan.
- Sumber Bulu: Koordinator Ustadz Muhammad Sahes.
- Ketapang: Pasar Lempong.
Selain pengaturan titik penjemputan, pesantren juga menerapkan persyaratan administratif bagi santri yang akan mengikuti libur. Setiap santri diwajibkan membawa surat izin libur resmi yang dikeluarkan oleh Sekretariat Ponpes Gedangan.
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari sistem pendataan dan pengawasan santri selama proses kepulangan, sekaligus memastikan setiap santri yang meninggalkan lingkungan pesantren telah mendapatkan izin sesuai prosedur yang berlaku.
Wali Santri Bisa Memantau Perjalanan Secara Digital
Hal lain yang menjadi perhatian dalam mekanisme pemulangan tahun ini adalah pemanfaatan teknologi untuk mempermudah komunikasi antara pihak pesantren dan wali santri.
Pengurus menyediakan grup WhatsApp khusus yang digunakan untuk memberikan informasi sekaligus membantu wali santri memantau perjalanan rombongan secara real-time. Melalui tautan digital yang dibagikan kepada wali santri, informasi mengenai pergerakan rombongan dapat dipantau sehingga para orang tua tidak perlu menunggu tanpa kepastian mengenai posisi perjalanan.
Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi miskomunikasi, terutama terkait waktu kedatangan rombongan di masing-masing titik penjemputan. Wali santri juga dapat memperoleh informasi terbaru dari koordinator maupun pihak pesantren melalui saluran komunikasi yang telah disiapkan.
Penerapan sistem koordinasi dan pemantauan digital ini menunjukkan adanya upaya pengurus Ponpes Gedangan untuk meningkatkan pelayanan kepada wali santri, khususnya dalam aspek keamanan, ketertiban, dan komunikasi selama proses pemulangan.
Pihak pesantren berharap seluruh rangkaian pemulangan santri berjalan lancar, aman, dan tertib. Para santri diharapkan dapat tiba di rumah masing-masing dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan untuk menyambut serta memperingati momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penulis/Editor: Agus Mandie

