Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Liputan12.com — Ratusan siswa sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, diduga mengalami keracunan makanan massal setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Kamis (13/8/2026).
Sejumlah siswa mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing hingga diare beberapa jam setelah mengonsumsi menu MBG. Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Kabanjahe, RSUD Karo, serta beberapa klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas kesehatan dilaporkan menyiagakan ruang perawatan tambahan guna mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien. Penanganan dilakukan dengan pemberian cairan infus dan obat-obatan untuk meredakan gejala serta menstabilkan kondisi para siswa.
Sampel Makanan dan Pasien Diperiksa
Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mengamankan sampel makanan dari menu MBG yang dikonsumsi para siswa. Selain itu, sampel biologis dari sejumlah pasien juga dikumpulkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala keracunan serta memastikan apakah terdapat kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi para siswa.
Di sisi lain, aparat kepolisian bersama instansi terkait turut melakukan penelusuran terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan MBG.
Polres Tanah Karo bersama Dinas Pendidikan dilaporkan memeriksa alur distribusi makanan, termasuk pengelola dapur jasa boga yang bertanggung jawab menyediakan menu MBG bagi sekolah-sekolah tersebut.
Operasional Penyedia Makanan Dihentikan Sementara
Sebagai langkah antisipasi, operasional penyedia makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan dan uji laboratorium selesai.
Penghentian sementara dilakukan untuk mencegah kemungkinan munculnya korban baru sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.
Hingga Jumat (14/8/2026) pagi, sebagian siswa yang mengalami gejala ringan dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, siswa yang mengalami dehidrasi sedang hingga berat masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Pemerintah daerah juga menyatakan akan menanggung biaya pengobatan para siswa yang terdampak.
Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan biologis pasien. Pemerintah dan aparat terkait diharapkan dapat segera mengungkap sumber persoalan serta memastikan keamanan pelaksanaan program MBG bagi para siswa.
Saladin




