Sampang, Liputan12.com – Semangat gotong royong dan kemandirian warga kembali terlihat di Dusun Baraalah dan Dusun Du'arah Sumberanyar, Desa Bajrasokah Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.
Setelah puluhan tahun menanti perbaikan jalan yang tak kunjung terealisasi, masyarakat setempat akhirnya memilih bergerak secara mandiri. Jalan yang menjadi akses vital warga dibangun tanpa menggunakan Dana Desa, melainkan melalui swadaya masyarakat, sumbangan warga, serta donasi yang dikumpulkan melalui siaran langsung atau Live TikTok.
Gerakan tersebut dikomandoi dua tokoh masyarakat setempat, yakni KH. Abdul Syi'am dan Kyai Muhammad Ali.
Untuk menggalang dana, KH. Abdul Syi'am secara rutin melakukan Live TikTok setiap malam. Selama 22 hari, aksi tersebut berhasil menghimpun donasi dari para penonton dengan nominal sekitar Rp3 juta hingga Rp6 juta per malam.
“Alhamdulillah, dari hasil Live TikTok dan hasil musyawarah, warga sepakat untuk patungan. Setiap rumah di Dusun Sumber Anyar menyumbang Rp2 juta untuk pembangunan jalan ini,” ujar KH. Abdul Syi'am.
Berkat kekompakan warga, pembangunan jalan cor yang menghubungkan dan menjadi akses penting bagi masyarakat Dusun Du'arah dan Baraalah akhirnya rampung 100 persen.
Jalan tersebut kemudian diresmikan pada Selasa malam, 12 Agustus 2026, dalam suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Hadiah Sarung Berubah Menjadi Sedekah Jilid Dua
Kisah haru juga mewarnai peresmian jalan tersebut. Seorang pengusaha besi tua asal setempat, H. Haryanto, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan masyarakat menyelesaikan pembangunan jalan.
Ia memberikan hadiah berupa sarung Lamiri kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam proses pengecoran jalan.
Namun, para pekerja memilih tidak menggunakan hadiah tersebut untuk kepentingan pribadi. Mereka sepakat menyumbangkan kembali hasil dari hadiah sarung tersebut sebagai modal swadaya untuk pembangunan jalan tahap berikutnya.
Rencananya, gerakan pembangunan secara gotong royong tersebut akan kembali dilanjutkan ke wilayah Dusun Cak Ancak.
Kisah warga Bajrasokah ini menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan mampu menjadi kekuatan besar bagi pembangunan desa. Di tengah keterbatasan anggaran, masyarakat membuktikan bahwa gotong royong, kepedulian, dan partisipasi warga dapat menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan mereka.
Bagi warga, pembangunan jalan bukan sekadar membangun akses transportasi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kepedulian masyarakat terhadap masa depan desa.
Narasumber :
KH Abdul Syi'am dan KH Muhammad Ali
Penulis : Wartawan Liputan12















