- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mustasyar PKB Sampang 2026, Konsolidasi Kekuatan dan Target Kembalikan Kejayaan Partai

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 8/22/2026 12:26:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T05:33:47Z
Konsolidasi Kekuatan! PKB Sampang gelar Mustasyar 2026 di Ponpes As-Roziyah, targetkan kembalikan kejayaan partai di basis kiai dan santri.

Sampang, Liputan12.com — Pondok Pesantren As-Roziyah, Kabupaten Sampang, menjadi tempat pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sampang Tahun 2026, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan dihadiri para kiai, ulama, tokoh masyarakat, pengurus PKB, serta perwakilan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan ranting dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang.

Musyawarah tersebut menjadi momentum penting bagi PKB Sampang untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan. Agenda serupa juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur.




Dalam forum tersebut, para kader didorong untuk memperkuat kembali basis partai hingga tingkat anak cabang dan ranting. Penguatan struktur dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan kejayaan PKB di Kabupaten Sampang.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh PKB menyampaikan bahwa PKB Sampang memiliki potensi besar karena Kabupaten Sampang merupakan salah satu daerah dengan basis pesantren, kiai, santri, dan Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat.

“Dulu PKB pernah jaya. Maka tidak boleh ada kata lain kecuali mari kita rebut kembali kejayaan itu. Saya yakin Sampang ini gudangnya kiai, santri dan pondok pesantren. Kalau ingin mengambil kembali kekuatan tersebut, tentu ada yang perlu kita perbaiki, baik di dalam struktur maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, musyawarah tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar pergantian personel kepengurusan.







“Forum ini bukan sekadar seremonial, bukan sekadar momen pergeseran personel pengurus, dan bukan pula sekadar pengisian struktur kepengurusan. Ini adalah konsolidasi kekuatan, mengucapkan target pemenangan serta meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan dan memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan utama partai berada di tingkat anak cabang hingga ranting. Sebab, pada tingkatan tersebut para kader bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Kekuatan sesungguhnya berada di anak cabang hingga ranting. Di situlah kerja-kerja partai ada di tengah masyarakat. Di situlah kader bekerja mencari solusi, hadir dan bekerja untuk masyarakat. Dan di situlah kemenangan PKB dipersembahkan kepada rakyat,” katanya.

Ia juga mengingatkan perjalanan politik PKB yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama, khususnya di Jawa Timur. Karena itu, kejayaan tersebut diharapkan dapat kembali diraih melalui konsolidasi dan kerja nyata seluruh kader.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC PKB Kabupaten Sampang Muhammad Faruq menyampaikan bahwa PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan didirikan atas gagasan serta perjuangan para kiai dan ulama.



Menurutnya, keberadaan PKB tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai keislaman, kebangsaan, kegotongroyongan, serta semangat perjuangan para ulama.

“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, lahir dari kegelisahan para ulama akan pentingnya wadah perjuangan politik yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Sampang merupakan salah satu basis NU dan PKB yang kuat di Madura. Karena itu, seluruh pengurus memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat, para kiai, serta warga Nahdliyin di seluruh pelosok Sampang.

Faruq juga menekankan bahwa politik bagi PKB bukan semata-mata politik kekuasaan. Politik harus menjadi instrumen untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat.

“Politik dalam pandangan PKB bukanlah politik kekuasaan. Politik adalah siyasah dalam pengertian yang mulia, yaitu politik sebagai jalan untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya kesejahteraan rakyat, tegaknya keadilan, persatuan, serta terpeliharanya nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader PKB Sampang untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas politik. Menurutnya, politik yang cerdas harus dibangun berdasarkan ilmu, bukan emosi sesaat.

“Mari kita jadikan PKB Kabupaten Sampang sebagai wadah politik yang santun. Kuat dalam militansi, tetapi tetap teduh dan menyejukkan sebagaimana wajah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah,” katanya.

Musyawarah tersebut juga menjadi momentum penetapan kepengurusan DPAC PKB di tingkat kecamatan se-Kabupaten Sampang berdasarkan hasil pendalaman dan proses yang telah dilakukan tim.

Selanjutnya, para pengurus akan melakukan penyusunan struktur kepengurusan di masing-masing kecamatan hingga tingkat ranting.

“Selamat bermusyawarah. Semoga berjalan lancar dan sukses, penuh dengan kekeluargaan. Mudah-mudahan melalui Muscab ini PKB Kabupaten Sampang dapat kembali menjadi pemenang,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah jajaran pimpinan PKB, antara lain Ketua DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), Ketua DPW PKB Jawa Timur, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, serta para kiai, ulama, pengurus DPC, DPAC dan ranting PKB se-Kabupaten Sampang.

Kegiatan ditutup dengan doa dan harapan agar proses konsolidasi serta regenerasi kepengurusan PKB Sampang dapat berjalan baik dan semakin memperkuat kerja-kerja politik partai di tengah masyarakat.


Editor : Samsul

×
Berita Terbaru Update