- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Marhaban ya Syahrul Maulid: Kelahiran Sang Cahaya Penuntun Jalan Kebaikan, Penuh Rahmat dan Teladan Mulia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 8/14/2026 11:02:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-14T04:04:09Z
Marhaban ya Syahrul Maulid: Kelahiran Sang Cahaya Penuntun Jalan Kebaikan

Sampang, Liputan12.com — Dengan penuh sukacita dan rasa syukur, umat Islam menyambut bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Marhaban ya Syahrul Maulid, (14 Agustus 2026).

Bulan Maulid menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, sosok yang diutus membawa cahaya petunjuk, kasih sayang, kedamaian, serta teladan akhlak mulia bagi seluruh umat manusia.

Ucapan penuh doa dan sukacita ini disampaikan bersama oleh Gus Daef, Pendiri Yayasan Sahabat Jiwa Sehat; dr. Dendhy dari RSUD dr. Mohammad Zyn; Umar Faruk, Tim Kesehatan Yayasan Sahabat Jiwa Sehat; serta Agus Mandie. Mereka mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Kelahiran Sang Cahaya yang Menerangi Alam

Rasulullah ﷺ hadir membawa petunjuk di tengah kehidupan manusia yang penuh tantangan. Beliau menjadi sosok pencerah kegelapan, penuntun menuju jalan kebaikan, sekaligus pembawa rahmat bagi seluruh alam.

Keteladanan Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya tercermin melalui sabda, tetapi juga melalui perilaku dan akhlaknya. Kesabaran ketika menghadapi ujian, kelembutan dalam memperlakukan sesama, kejujuran, keberanian menegakkan kebenaran, serta keteguhan dalam menjalankan amanah menjadi nilai-nilai yang relevan untuk terus diterapkan hingga saat ini.

Dari kehidupan Rasulullah ﷺ, umat manusia diajarkan bahwa kemuliaan tidak semata-mata ditentukan oleh harta, jabatan, maupun kedudukan. Kemuliaan sejati tercermin melalui ketakwaan, keikhlasan, kepedulian, serta keindahan akhlak kepada sesama.


Memperbanyak Shalawat dan Menumbuhkan Kerinduan

Momentum bulan Maulid hendaknya tidak berhenti pada perayaan seremonial. Lebih dari itu, Maulid Nabi menjadi pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Shalawat menjadi ungkapan cinta dan kerinduan umat kepada Rasulullah. Dengan memperbanyak shalawat, diharapkan hati semakin dekat dengan ajaran dan keteladanan beliau.

Semoga seluruh umat Islam senantiasa diberikan kekuatan untuk mengikuti jejak Rasulullah ﷺ, mengamalkan ajarannya, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian dan kebaikan di tengah masyarakat.


Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kemuliaan, keselamatan, dan keberkahan kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.


Menjadikan Cinta kepada Nabi sebagai Jalan Kebaikan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan cinta yang lebih kuat kepada Rasulullah sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Keteladanan Nabi hendaknya diwujudkan melalui tindakan nyata: saling menghormati, membantu mereka yang membutuhkan, menjaga persatuan, mengedepankan kasih sayang, serta menjauhi segala bentuk kebencian dan permusuhan.

Sebab, di tengah berbagai tantangan kehidupan, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah ﷺ tetap menjadi cahaya yang menuntun manusia menuju kehidupan yang lebih baik.

Marhaban ya Syahrul Maulid.

Semoga bulan kelahiran Rasulullah ﷺ membawa keberkahan bagi seluruh umat, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi, memperkuat keimanan, dan mengantarkan kita semua untuk senantiasa berada di jalan kebaikan.

Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan rahmat dan syafaat Rasulullah ﷺ serta kelak dikumpulkan bersama beliau di tempat yang diridhai Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.


Ucapan Bersama:
Gus Daef — Pendiri Yayasan Sahabat Jiwa Sehat
dr. Dendhy — RSUD dr. Mohammad Zyn
Umar Faruk — Tim Kesehatan Yayasan Sahabat Jiwa Sehat
Agus Mandie

Penulis/Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update