- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Keragaman Budaya Nusantara Tampil dalam Karnaval Kebangsaan Desa Pengangsalan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 8/23/2026 04:15:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T09:15:37Z
Lapangan Desa Pengangsalan berubah menjadi panggung Nusantara. Kostum adat dari Jawa hingga Sulawesi, dari Bali hingga Kalimantan, berparade dalam Karnaval Kebangsaan HUT RI ke-81 yang digelar warga Pengangsalan, Kalitengah, Lamongan.

Lamongan, Liputan12.com – Karnaval Kebangsaan yang digelar Pemerintah Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Pengangsalan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya Nusantara sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan antarwarga.

Sebanyak 13 RT dan 2 RW bersama para pelajar SDN Pengangsalan turut ambil bagian dalam parade. Mereka tampil memukau dengan mengenakan beragam kostum tradisional, menyuguhkan seni tari, hingga pertunjukan teatrikal yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia.


Berbagai budaya daerah ditampilkan dalam karnaval tersebut, mulai dari adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, Madura, Banten, Lombok, Sunda, hingga berbagai kekayaan budaya lainnya dari penjuru Tanah Air.

Kepala Desa Pengangsalan, Budi Nyoto, mengatakan karnaval kebangsaan bukan sekadar kegiatan hiburan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai keberagaman budaya Indonesia.

“Karnaval ini menjadi cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat karnaval ini, kita mengajak anak-anak Desa Pengangsalan untuk mengenal Indonesia lebih jauh dengan menunjukkan keragaman seni dan budaya Nusantara,” kata Budi Nyoto saat melepas peserta karnaval.

Menurut Budi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat Desa Pengangsalan. Perbedaan latar belakang dan budaya, menurutnya, harus dipandang sebagai kekuatan dalam membangun desa.

“Jadikan momen ini untuk merawat kebhinnekaan. Keragaman dalam masyarakat jangan menjadi halangan, namun jadikan ini sebagai kekuatan untuk membangun Pengangsalan,” tegasnya.

Rangkaian Karnaval Kebangsaan diawali dengan penampilan grup drumband yang menarik perhatian warga. Setelah itu, parade dilanjutkan dengan barisan pembawa bendera Merah Putih, kemudian disusul kontingen dari masing-masing RT dan RW dengan aneka kostum serta kreasi yang memvisualisasikan keberagaman budaya Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalannya karnaval. Warga turut memadati sejumlah titik yang menjadi jalur parade untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta yang dikemas secara kreatif dan penuh semangat kemerdekaan.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Karnaval juga menjadi wadah untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal serta memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

“Acara ini memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan rasa kebersamaan di masyarakat,” pungkas Budi. 


(ther)

×
Berita Terbaru Update