- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Muktamar NU, Seruan Kyai Tebuireng Viral: “Matikan Satu Koruptor daripada Matikan Bangsa!”

Rabu, 26 Agustus 2026 | 8/26/2026 11:40:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T04:40:37Z
Seruan keras menggema dari kawasan pesantren Tebuireng jelang Muktamar NU ke-35. Dr. KH. Musta'in Syafi'i melontarkan pernyataan viral, "Lebih baik matikan satu koruptor daripada mematikan bangsa Indonesia!" — sebuah tamparan moral di tengah maraknya kasus korupsi yang menggerogoti hak rakyat.

Jombang, Liputan12.com – Menjelang agenda Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026, sebuah pesan moral dari kalangan ulama di Jombang menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Seruan tersebut disampaikan oleh Dr. Mustain Syafi’i, ulama asal kawasan Tebuireng, Jombang. Dalam pesan yang beredar, ia menyampaikan pernyataan tegas terkait bahaya korupsi yang dinilai dapat mengancam kehidupan dan masa depan bangsa.

“Lebih baik matikan satu koruptor daripada mematikan bangsa Indonesia!”

Pernyataan tersebut menuai perhatian karena menggunakan diksi yang sangat keras untuk menggambarkan dampak kejahatan korupsi terhadap masyarakat.

Tamparan Keras terhadap Korupsi

Pesan tersebut pada intinya menyoroti korupsi sebagai persoalan serius yang tidak hanya berkaitan dengan hilangnya uang negara. Praktik korupsi juga dinilai dapat berdampak langsung terhadap hak masyarakat, pembangunan, kesejahteraan, serta masa depan generasi bangsa.

Ketika anggaran yang semestinya digunakan untuk kepentingan publik disalahgunakan, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, pesan dari ulama Tebuireng tersebut dipandang sebagai seruan moral agar pemberantasan korupsi dilakukan secara serius dan tidak pandang bulu.

Ulama dan Pesan Moral Kebangsaan

Momentum munculnya pernyataan tersebut juga bertepatan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap dinamika kebangsaan menjelang agenda NU pada 27 Agustus.

Suara dari kalangan ulama dinilai memiliki posisi penting dalam memberikan pesan moral kepada masyarakat maupun para pemegang kekuasaan. Kritik terhadap korupsi bukan semata-mata persoalan politik, tetapi menyangkut tanggung jawab menjaga amanah dan kepentingan rakyat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri maupun kelompok.

Penegakan Hukum Harus Tegas

Seruan dari Jombang itu diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa mengenai pentingnya penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi.

Masyarakat membutuhkan aparat penegak hukum yang berani, profesional, dan konsisten dalam menindak pelaku korupsi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pada akhirnya, pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat penegak hukum. Seluruh masyarakat memiliki peran dalam mengawal penggunaan uang negara serta menjaga agar kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.

Pesan keras dari Tebuireng tersebut pun kembali mengajak publik untuk melihat korupsi sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa sekaligus pentingnya menjaga Indonesia tetap berdiri di atas nilai keadilan, amanah, dan kesejahteraan rakyat.


Saladin
Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update