Sampang, Liputan12.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca periode 4–10 Agustus 2026 yang menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut menyebabkan hari tanpa hujan semakin panjang sehingga meningkatkan potensi terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Meski demikian, BMKG menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Aceh dan sebagian Papua.
Seiring meningkatnya risiko kekeringan dan Karhutla, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan, antara lain:
- Tidak membakar sampah maupun sisa tanaman di lahan, karena api dapat dengan mudah merambat saat cuaca kering dan berangin.
- Menghemat penggunaan air serta menjaga ketersediaan cadangan air mengingat berkurangnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama.
- Meningkatkan kewaspadaan di sekitar kawasan hutan dan lahan kering, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang tidak diketahui sumbernya.
- Memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG secara berkala sebagai langkah antisipasi.
BMKG berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan ekosistem.
Dengan meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian bersama, diharapkan dampak musim kemarau dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Penulis: Agus Mandie


