Sumbawa – Liputan12.com – Sebuah insiden keributan saat pelaksanaan razia pajak kendaraan di lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah viral luas di media sosial dan memicu sorotan tajam dari masyarakat. Alih-alih berjalan lancar sesuai rencana, petugas yang melakukan pemeriksaan justru diusir secara paksa oleh massa warga yang tengah menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Berdasarkan rekaman video yang menyebar luas di platform digital, kejadian ini berlangsung di salah satu SPBU di wilayah Pulau Sumbawa. Petugas yang datang dengan tujuan memeriksa kelengkapan administrasi dan status pajak kendaraan ternyata menuai protes keras dari para pengendara yang sedang menunggu.
Lokasi Razia Dinilai Tidak Tepak
Kemarahan warga meledak karena pemeriksaan dilakukan tepat di tengah antrean kendaraan yang sudah sangat padat. Banyak pengendara mengajukan pertanyaan mengapa lokasi pengisian BBM harus dijadikan tempat pelaksanaan razia, padahal mereka hanya ingin memenuhi kebutuhan dasar untuk melanjutkan perjalanan.
"Kenapa razia pajak harus dilakukan di tengah antrean warga yang mau isi bensin? Kita kan hanya mau isi bahan bakar untuk bisa beraktivitas, bukan datang kesini untuk diperiksa pajak," demikian pertanyaan yang disampaikan salah satu warga yang terlibat dalam insiden tersebut.
Masyarakat menilai bahwa meskipun niat petugas untuk menertibkan administrasi kendaraan memang baik, namun pemilihan lokasi dan cara pelaksanaannya justru keliru dan menjadi kesalahan fatal. "Niat baik tapi cara salah jadi blunder total. Apa layak SPBU yang merupakan tempat untuk kebutuhan dasar dijadikan tempat razia?" ujar salah satu pengendara lainnya.
Suasana Memanas, Petugas Dihalau Massa
Suasana di lokasi semakin memanas seiring dengan bertambahnya jumlah warga yang merasa terganggu. Pemeriksaan yang seharusnya bertujuan untuk menertibkan administrasi kendaraan justru berbalik arah – tidak ada satupun pajak yang berhasil dipungut atau kendaraan yang berhasil diperiksa secara menyeluruh, namun petugas terpaksa harus mengungsi dan meninggalkan lokasi atas desakan yang semakin kuat dari massa.
Berikut adalah poin-poin utama yang menjadi sorotan publik terkait insiden ini:
✅ Mengganggu Layanan Publik Penting: Warga berpendapat bahwa SPBU adalah tempat pelayanan untuk kebutuhan dasar masyarakat, bukan sebagai pos pemeriksaan rutin. Pelaksanaan razia di sini membuat antrean menjadi lebih panjang, menghambat perjalanan banyak orang, dan berpotensi memicu kepadatan lalu lintas yang lebih parah di sekitar lokasi SPBU.
✅ Dugaan Diskriminasi Akses BBM: Beredar narasi di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa kebijakan ini seolah-olah melarang kendaraan yang belum melunasi pajak untuk mengisi bahan bakar. Padahal BBM merupakan kebutuhan pokok untuk melakukan perjalanan, dan penolakan akses dinilai akan menyulitkan warga yang mungkin sedang dalam kondisi mendesak atau melakukan perjalanan darurat.
✅ Kurangnya Sosialisasi Sebelum Pelaksanaan: Masyarakat merasa bahwa kebijakan pengawasan pajak di SPBU diterapkan secara tiba-tiba tanpa adanya informasi yang cukup dan sosialisasi yang jelas kepada masyarakat. Warga mengusulkan agar pemeriksaan dilakukan di lokasi yang lebih tepat seperti pos terpadu, ruas jalan raya yang aman, atau dekat kantor Samsat, bukan di tengah antrean warga yang sedang mengantri untuk mengisi bahan bakar.
✅ Potensi Kerawanan dan Konflik: Kejadian ini membuktikan bahwa pemilihan lokasi yang kurang tepat bisa memicu ketegangan berlebih antara petugas dan masyarakat, padahal tujuan utama dari kedua pihak sebenarnya sama – yaitu menciptakan ketertiban administrasi kendaraan bagi seluruh pemilik kendaraan.
Masyarakat menyampaikan harapan agar instansi terkait segera melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi pelaksanaan pengawasan pajak kendaraan. Tujuannya adalah agar tetap bisa mencapai tujuan penertiban administrasi, namun tidak mengganggu hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar dan tidak menimbulkan konflik yang tidak perlu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak Samsat maupun kepolisian terkait insiden yang terjadi di SPBU tersebut.
Penulis: sal
Editor: Agus Mandie


