MEDAN, LIPUTAN 12 . COM – Nama Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama 97 wali kota dari seluruh Indonesia resmi diabadikan pada Tugu Kota Tangguh yang diresmikan di Taman Cadika, Kota Medan, Kamis (2/7/2026).
Peresmian tugu tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diikuti para kepala daerah dari berbagai kota di Indonesia.
Selain menghadiri peresmian tugu, Wali Kota Tegal juga mengikuti kegiatan senam pagi bersama dan penanaman pohon yang digelar di lokasi yang sama.
Pada kesempatan tersebut, Dedy Yon Supriyono turut melakukan penanaman pohon duku sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Tugu Kota Tangguh dibangun sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi para wali kota anggota APEKSI. Nama 98 wali kota yang hadir dalam Rakernas APEKSI XVIII diabadikan pada tugu tersebut sebagai penanda komitmen bersama dalam membangun kota yang tangguh, maju, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, selaku tuan rumah Rakernas APEKSI XVIII, menyampaikan bahwa Tugu Kota Tangguh tidak hanya menjadi monumen fisik, tetapi juga menjadi simbol pengabdian para kepala daerah untuk generasi mendatang.
“Seluruh nama 98 wali kota di Indonesia tercatat dalam tugu ini. Hal tersebut menandakan bahwa para wali kota telah menanamkan benih-benih kebaikan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang,” ujar Rico Waas.
Menurut Rico, keberadaan tugu tersebut juga menjadi simbol kuatnya konektivitas dan persahabatan antarkota yang terjalin melalui APEKSI. Semangat kolaborasi yang dibangun para kepala daerah diharapkan terus berlanjut demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Bapak dan Ibu wali kota terkoneksi antar kota dan selamanya berada dalam semangat APEKSI untuk hadir melayani masyarakat,” katanya.
Ia berharap Tugu Kota Tangguh dapat menjadi pengingat atas kebersamaan yang telah terjalin di antara para wali kota sekaligus menjadi salah satu ikon Kota Medan yang menyimpan jejak sejarah pertemuan para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
“Tugu ini dapat mengenang nama-nama wali kota yang pernah hadir di Kota Medan, sehingga suatu saat dapat mengingat dan kembali lagi ke Kota Medan,” tambahnya.
Selain peresmian tugu, kegiatan penanaman pohon yang dilakukan para wali kota menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menjaga keberlanjutan kawasan perkotaan. Pohon-pohon yang ditanam diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi simbol harapan untuk masa depan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.(Ag)


