- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menu MBG Kategori B3 di Camplong Sampang Dinilai Amburadul, Warga Geram Minta Satgas Segera Turun Tangan, Sidak Menyeluruh Dapur Penyedia

Senin, 20 Juli 2026 | 7/20/2026 03:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-20T08:55:39Z
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 bagi siswa SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, menuai sorotan tajam dari masyarakat setelah video kondisi paket makanan yang disalurkan beredar luas di media sosial pada Minggu (19/07/2026). Paket yang hanya berisi susu UHT dan nasi dengan lauk tak terpisah dinilai jauh dari standar kelayakan dan aturan resmi yang berlaku."

Sampang, Liputan12.com – Minggu (19/07/2026) – Pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus kategori B3 yang diperuntukkan bagi siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, kini menuai sorotan tajam sekaligus kekecewaan mendalam dari masyarakat sekitar. Unggahan video yang memperlihatkan kondisi paket makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah setempat dinilai jauh dari standar kelayakan dan aturan resmi yang berlaku, bahkan kini menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial maupun grup percakapan warga setempat.

Dalam rekaman gambar yang beredar dan disebarkan oleh warga yang peduli terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan anak, terlihat jelas setiap paket MBG yang diterima para siswa hanya berisi satu kotak susu UHT merek Frisian Flag, serta satu bungkusan plastik biasa yang berisi nasi yang dicampur aduk tak beraturan bersama lauk pauk tanpa adanya pemisahan yang layak dan higienis. Penyajian yang terkesan asal-asalan, kurangnya variasi menu harian, serta dugaan tidak lengkapnya unsur kandungan gizi yang dibutuhkan anak-anak membuat para orang tua dan warga setempat merasa sangat kecewa, khawatir, sekaligus bertanya-tanya tentang sistem pengawasan yang seharusnya berjalan ketat terhadap pelaksanaan program ini.


Standar Gizi yang Harus Dipenuhi

Padahal, merujuk pada ketentuan resmi yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), setiap satu porsi program MBG wajib mencakup unsur lengkap gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein hewani maupun nabati, serat dari sayuran segar, buah-buahan segar, serta susu dengan takaran yang telah disesuaikan secara akurat menurut kelompok usia dan jenjang pendidikan anak. Program ini sendiri dirancang dengan tujuan mulia agar setiap siswa penerima manfaat mendapatkan asupan kalori yang memadai, berkisar antara 3.000 hingga 10.000 kalori per hari sesuai dengan kebutuhan usia masing-masing, guna mendukung optimalisasi pertumbuhan fisik, ketahanan tubuh terhadap penyakit, serta daya pikir generasi penerus bangsa.

“Kami memohon agar Satgas MBG Kabupaten Sampang tidak menutup mata terhadap keluhan yang terus muncul dari masyarakat ini. Turunlah langsung ke lapangan, lakukan pemeriksaan mendadak secara menyeluruh ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia yang menangani wilayah Kecamatan Camplong ini. Jangan sampai program yang seharusnya membawa berkah dan manfaat besar bagi anak-anak kita justru menjadi sia-sia karena pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan janji dan standar yang telah ditetapkan,” bunyi salah satu narasi yang disertakan dalam unggahan video tersebut, yang juga disuarakan oleh banyak warga lainnya melalui berbagai saluran komunikasi.


Masyarakat Mendesak Evaluasi Mendalam

Warga juga secara bersama-sama mendesak agar segera dilakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja pihak penyedia jasa makanan serta petugas pengawas di lapangan. Masyarakat sangat khawatir jika kelalaian dan ketidaksesuaian standar ini dibiarkan berlarut-larut tanpa tindakan tegas dari pihak berwenang, maka tujuan mulia program untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak sekolah tidak akan tercapai sebagaimana mestinya, bahkan bisa berpotensi merugikan proses tumbuh kembang mereka sendiri.

“Kita tidak bisa biarkan anak-anak kita mendapatkan makanan yang tidak memenuhi standar. Mereka adalah harapan kita, masa depan daerah ini. Program MBG seharusnya menjadi solusi untuk masalah gizi, bukan malah menjadi masalah baru,” ujar salah satu orang tua siswa yang不愿 disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan dan disebarkan kepada publik, belum ada pernyataan resmi maupun tanggapan yang disampaikan baik dari Satgas MBG Kabupaten Sampang, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, maupun Dinas Kesehatan setempat terkait keluhan yang mengemuka ini. Namun merujuk pada pola penanganan kasus serupa yang pernah viral di berbagai daerah sebelumnya, biasanya pihak berwenang akan segera menindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak yang melibatkan tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta perwakilan Satgas MBG ke lokasi dapur penyedia layanan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap proses produksi, kualitas bahan baku, serta kepatuhan terhadap standar sanitasi dan gizi.

Kasus ini pun semakin menambah daftar catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan program MBG secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur, agar ke depannya seluruh proses mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, penataan penyajian, hingga pendistribusian ke tangan siswa benar-benar berjalan sesuai aturan, tertib, transparan, serta benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran bagi anak-anak sekolah yang sangat membutuhkan dukungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.


Saladin 

×
Berita Terbaru Update