- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Tebar 2.000 Benih Lele, Wujudkan Pembinaan Kemandirian dan Dukung Program Ketahanan Pangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 7/01/2026 11:43:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T04:59:00Z

Pekanbaru (Riau)Liputan12.com -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan penebaran benih ikan lele yang digelar pada Selasa (30/6/2026). Sebanyak 2.000 ekor benih ikan lele ditanamkan di area Bimbingan Kerja Lapas, menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Subseksi Bimbingan Kerja ini merupakan kelanjutan dari program budidaya yang telah dimulai sebelumnya. Pada tanggal 11 Juni 2026 lalu, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai telah melakukan penebaran pertama sebanyak 4.000 ekor benih ikan lele. Dengan penambahan benih baru kali ini, total jumlah ikan lele yang saat ini dibudidayakan di area lapas mencapai 6.000 ekor, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan program produktif ini.

Dalam pelaksanaannya, program budidaya ikan lele tidak sembarang dilaksanakan, melainkan melibatkan Warga Binaan yang telah melalui proses asesmen pembinaan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk terlibat dalam kegiatan produktif. Melalui partisipasi dalam program ini, para WBP diberikan kesempatan berharga untuk memperoleh pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis di bidang budidaya perikanan, yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menjelaskan bahwa kegiatan budidaya ikan lele ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan produktif yang memiliki manfaat ganda. "Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada Warga Binaan agar mereka memiliki bekal untuk menghidupi diri setelah keluar dari lapas, tetapi juga secara langsung mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ini adalah bentuk kontribusi kita sebagai lembaga pemasyarakatan dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah bahkan negara," ujarnya.

Kalapas juga menyampaikan target panen yang telah ditetapkan untuk hasil budidaya ini. "Ikan lele yang saat ini kita budidayakan ditargetkan siap untuk dipanen pada bulan Agustus 2026 mendatang. Hasil panennya nantinya tidak akan hanya digunakan untuk keperluan dalam lingkungan lapas, tetapi juga akan dipasarkan melalui kerja sama yang telah kita bentuk dengan beberapa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya yang bergerak di bidang usaha makanan seperti pecel lele. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pembinaan Warga Binaan, tetapi juga turut mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar," jelas Reinhards Indra Pitoy.

Program budidaya ikan lele di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai tidak terlepas dari visi pembangunan nasional, karena sejalan dengan Program Ketahanan Pangan yang termasuk dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Melalui program ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketersediaan pangan lokal sekaligus membentuk karakter Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa.

Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas program pembinaan yang produktif, inovatif, serta berkelanjutan. Selain budidaya ikan lele, pihak lapas juga sedang mengevaluasi potensi pengembangan program budidaya lainnya yang dapat memberikan manfaat lebih luas, baik bagi pembinaan WBP maupun untuk mendukung program pembangunan daerah. Semua upaya ini bertujuan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan nilai-nilai positif, sehingga mereka dapat kembali berperan aktif sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bermanfaat.

 

Editor : Alfitria

×
Berita Terbaru Update