- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dinkes Kabupaten Tegal Perkuat Layanan Kesehatan, Berobat Gratis di Puskesmas Cukup Tunjukkan KTP

Rabu, 08 Juli 2026 | 7/08/2026 09:20:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-08T02:20:31Z

SLAWI , LIPUTAN 12 . COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui berbagai program yang menyasar pelayanan dasar, pembiayaan kesehatan, hingga percepatan penurunan stunting. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (07/07/2026), mengatakan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sakit menjadi salah satu prioritas Dinas Kesehatan agar seluruh warga memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan terjangkau.

"Salah satu layanan yang kami berikan adalah pelayanan berobat gratis di puskesmas. Seluruh masyarakat Kabupaten Tegal dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar hanya dengan menunjukkan KTP. Pembiayaan pelayanan tersebut berasal dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemerintah Daerah," ujar Edy.

Ia menjelaskan, masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan tetap akan memperoleh pelayanan dasar di puskesmas. Apabila membutuhkan pelayanan lanjutan melalui sistem rujukan, masyarakat akan didaftarkan terlebih dahulu sebagai peserta Program PBI Pemda sesuai ketentuan yang berlaku.

"Untuk mendukung pelayanan dasar tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar," jelasnya.

Selain pelayanan dasar, Dinas Kesehatan juga melaksanakan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu hamil yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Tahun ini program tersebut didukung anggaran sebesar Rp566 juta. Hingga saat ini realisasi klaim mencapai Rp74 juta, sementara klaim yang masih dalam proses pengajuan sebesar Rp36 juta dengan sasaran pelayanan sebanyak 34 ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas.

Dalam mendukung perluasan jaminan kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,6 miliar untuk Program PBI Pemda yang menyasar masyarakat Desil 1 hingga Desil 5, dengan penambahan sekitar 600 peserta baru setiap bulan.

Menurut Edy, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Tegal saat ini telah mencapai 94,07 persen. Pemerintah daerah menargetkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen pada tahun 2029.

"Apabila ingin mencapai cakupan 100 persen tentu membutuhkan dukungan anggaran yang jauh lebih besar, diperkirakan sekitar Rp100 miliar. Karena itu peningkatan kepesertaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah," katanya.

Ia menambahkan, bagi peserta BPJS Mandiri yang kepesertaannya tidak aktif akibat menunggak iuran, tunggakan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum dapat dialihkan menjadi peserta PBI Pemda apabila memenuhi persyaratan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal juga terus mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Spelling), yang merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2026 program tersebut ditargetkan menjangkau 26 desa dan hingga saat ini telah terlaksana di empat desa.

Program Spelling melibatkan 11 rumah sakit pemerintah maupun swasta dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan, anak, penyakit dalam, paru, dan jantung sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan spesialis lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Di bidang perbaikan gizi masyarakat, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan penanganan gizi buruk dan percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT), perawatan anak gizi buruk, serta edukasi gizi kepada keluarga. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan menurunnya prevalensi stunting di Kabupaten Tegal dari sekitar 21 persen menjadi 15 persen. Adapun biaya perawatan anak gizi buruk mencapai sekitar Rp3 juta per anak.

Keberhasilan program tersebut turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama Alfamart melalui Program Satu Hari Satu Telur dan Posyandu Alfamart, Polres Tegal, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), serta Gerakan Pramuka. Kerja sama tersebut difokuskan untuk mempercepat penanganan tuberkulosis melalui peningkatan penemuan kasus, pelacakan kontak, edukasi kesehatan, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

Selain program rutin, Dinas Kesehatan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan insidental, di antaranya sunatan massal gratis pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal dengan sasaran sekitar 40 anak, operasi bibir sumbing gratis yang diikuti peserta dari dalam maupun luar Kabupaten Tegal, pemeriksaan kesehatan gratis pada berbagai kegiatan masyarakat, pemeriksaan kesehatan di lingkungan kerja termasuk kawasan industri, serta pemeriksaan IVA sebagai deteksi dini kanker leher rahim.

Edy berharap seluruh program kesehatan yang dijalankan dapat mendukung visi Bupati Tegal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

"Keberhasilan pembangunan kesehatan kami ukur melalui empat indikator utama, yakni angka kematian ibu, angka kematian bayi, angka kematian balita, dan prevalensi stunting. Selama dua tahun terakhir seluruh indikator tersebut menunjukkan tren yang semakin baik. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan di Kabupaten Tegal berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan dan terus menuju target pembangunan kesehatan daerah," pungkasnya. (Ag)

×
Berita Terbaru Update