Surabaya – Liputan12.com – Dewaan Pimpinan Pusat (DPP) Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) yang berkedudukan di Kantor Grand Esten Surabaya mengeluarkan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang muncul di beberapa media massa yang menyatakan bahwa ABJI dan ABJ adalah satu organisasi yang sama.
Dewan Pimpinan Pusat ABJI yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ABJI Sukadi, SH, menyampaikan bahwa pemberitaan yang beredar perlu segera diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat luas. Ia menegaskan dengan tegas bahwa Aliansi Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) merupakan organisasi yang memiliki dasar hukum, struktur kepengurusan, serta mekanisme organisasi yang berbeda secara jelas dengan organisasi ABJ.
"Dampak dari pemberitaan yang tidak akurat dapat menimbulkan kebingungan di antara masyarakat maupun pihak terkait. Perbedaan antara ABJI dan ABJ bukan hanya terletak pada nama organisasi, melainkan juga menyangkut aspek legalitas, struktur kepengurusan yang telah terbentuk secara resmi, kewenangan organisasi dalam menjalankan program kerja, serta kebijakan internal yang dijalankan masing-masing lembaga," jelas Sukadi saat dikonfirmasi pada Jumat (03/06/2026).
Menurutnya, setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus selalu mengedepankan prinsip akurasi dan verifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam dunia pers serta tata kelola organisasi. "Kami menghormati tugas penting media sebagai kontrol sosial bagi masyarakat, namun kami juga berharap agar setiap pemberitaan yang disampaikan dapat berimbang dan berdasarkan pada data serta konfirmasi yang jelas dari pihak yang berwenang," ujar Sekjen ABJI.
Sukadi juga menjelaskan bahwa organisasi ABJI dibangun atas dasar semangat kebersamaan yang tidak bertujuan untuk menyikut, menyingkirkan, maupun menggesek rekan sejawat hanya demi mengejar kekuasaan. "ABJI dibangun oleh para individu yang memahami cara merangkul dan menyadari bahwa kekuatan kebersamaan jauh lebih tahan banting daripada ambisi pribadi yang dibungkus dengan intrik organisasi," tambahnya.
Penegasan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah pemberitaan dan penyebutan di berbagai media yang dinilai masih mencampuradukkan kedua organisasi tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman baik bagi anggota organisasi maupun masyarakat luas.
Lebih lanjut, Sekjen ABJI membuka ruang terbuka untuk klarifikasi dan siap memberikan penjelasan secara rinci kepada media massa maupun pihak berwenang apabila diperlukan. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas adalah komitmen utama ABJI yang telah memiliki legalitas yang sah dan resmi di bawah naungan hukum yang berlaku.i
"Kami sebagai organisasi ABJI tidak anti kritik. Jika di dalam proses kerja kita ada kekeliruan, tentu akan kami evaluasi dan perbaiki dengan sepenuh hati. Namun kami berharap semua pihak dapat mengedepankan prinsip konfirmasi terlebih dahulu sebelum memuat atau menyebarkan informasi terkait organisasi kami," tandasnya.
Sementara itu, Sulikan Wakil Presiden ABJI juga menyampaikan pandangan mendalam terkait esensi sebuah organisasi. Menurutnya, sebuah organisasi yang hebat bukan diukur dari banyaknya acara atau event yang digelar, maupun seberapa viral kegiatannya di media sosial. "Yang paling penting adalah seberapa besar penghuni organisasi tersebut saling menjaga, merangkul, dan menguatkan satu sama lain. Organisasi bukanlah medan perang yang mengharuskan adanya korban demi kemajuan, melainkan taman belajar yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang," ujar Sulikan.
Ia juga menambahkan, "Jika organisasi kita saat ini penuh dengan dinamika saling sikut, gesek, dan intrik, mungkin saatnya kita tidak hanya mencari siapa yang salah. Namun melihat lebih dalam: nilai apa yang telah kita abaikan? Luka apa yang belum kita sembuhkan? Dan apakah kita benar-benar sedang berjuang untuk kepentingan bersama, atau hanya sedang berlomba untuk memenangkan ego pribadi?"
"Karena sejatinya, organisasi adalah seperti rumah. Dan rumah yang baik bukanlah tempat untuk saling menyakiti, melainkan tempat di mana semua tangan saling merangkul dan membangun bersama," pungkas Sulikan.
(Ther)
