Cirebon – Liputan12.com -- Sanggar Tari Topeng Purbasari menggelar kegiatan Uji Kompetensi pada Minggu (28/6/2026) di Gedung Kesenian Gegesik, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh 54 siswa sanggar dari berbagai kelompok usia sebagai bentuk evaluasi kemampuan serta upaya meningkatkan kualitas penari di bidang seni tari tradisional.
Uji kompetensi yang diselenggarakan meliputi beberapa aspek penilaian penting, mulai dari teknik dasar tari, ekspresi wajah dan tubuh, penguasaan wiraga-wirama-wirasa, hingga kemampuan menyusun koreografi sederhana. Setiap siswa menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghadapi serangkaian penilaian yang dilakukan oleh tim penguji ahli.
Ketua Sanggar Tari Topeng Purbasari, Baedah, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin guna menjaga kualitas pembinaan yang diberikan kepada para siswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya mampu menari, tetapi juga memahami nilai-nilai estetika dan filosofi yang terkandung dalam tari tradisi. Hal ini penting agar seni yang kita lestarikan benar-benar hidup dan memiliki makna bagi setiap penarinya,” ujarnya.
Sanggar juga mengapresiasi pelaksanaan uji kompetensi ini, menyatakan bahwa Sanggar Tari Topeng Purbasari memiliki peran penting dalam melestarikan seni dan budaya lokal, terutama bagi generasi muda. “Upaya seperti ini perlu terus didukung oleh berbagai pihak agar seni tradisi tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang sesuai dengan zaman,” tambahnya.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi uji kompetensi. Selain mendapatkan penilaian objektif dari penguji, mereka juga menerima umpan balik langsung yang menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kemampuan tari mereka ke depannya. Kegiatan ditutup dengan acara penyerahan piala dan sertifikat kompetensi bagi peserta yang berhasil memenuhi kriteria penilaian yang telah ditetapkan.
Sanggar Tari Topeng Purbasari berharap, melalui uji kompetensi ini para siswa dapat semakin percaya diri untuk tampil di berbagai ajang seni baik tingkat lokal maupun nasional, sekaligus menjadi agen pelestarikan budaya bagi masyarakat luas.
Bungkus Arya
