Kuningan – Liputan12.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan panen melon yang dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian Lapas Kuningan, Kamis (18/06).
Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, serta diikuti oleh pejabat struktural, staf, dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Kuningan. Panen melon ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang selama ini dijalankan oleh warga binaan di bawah bimbingan dan pendampingan petugas lapas.
Dari kegiatan tersebut berhasil diperoleh hasil panen sebanyak 20 kilogram melon. Hasil panen ini tidak hanya menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang telah berjalan, tetapi juga merupakan sarana pembelajaran serta pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal berharga setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penguatan pembinaan kemandirian serta dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang sangat bermanfaat. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi warga binaan,” ujar Sukarno Ali.
Keberhasilan panen melon kali ini menunjukkan efektivitas program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di Lapas Kuningan. Ke depan, Lapas Kuningan akan terus mengembangkan sarana dan prasarana pertanian serta melakukan diversifikasi tanaman guna meningkatkan produktivitas dan memperluas manfaat program bagi seluruh warga binaan.
Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan dan terstruktur, Lapas Kuningan berkomitmen untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mampu menghasilkan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Bung Arya

