Pasir Pangarayan (Riau) – Liputan12.com -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus melakukan terobosan dalam meningkatkan sistem pengamanan dan tata kelola pemasyarakatan dengan mengimplementasikan aplikasi digital bernama SABANA-AMAN (Sistem Database Sarana dan Prasarana Keamanan Aman). Sebagai bagian dari rangkaian Aksi Perubahan Pengelolaan Tahun 2026, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Adm. Kamtib) Lapas Pasir Pangarayan, Moch. Subhan Zakaria, melaksanakan sosialisasi penerapan aplikasi ini kepada seluruh jajaran petugas dan unsur terkait.
Kegiatan sosialisasi yang digelar di Aula Utama Lapas Pasir Pangarayan pada Kamis (20/06/2026) ini merupakan wujud konkrit dari program Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur. Inovasi berbasis teknologi ini dirancang untuk memperkuat sistem pengawasan, pemeliharaan, dan pelaporan kondisi seluruh sarana serta prasarana keamanan secara lebih efektif, sistematis, dan terdokumentasi dengan baik.
Melalui aplikasi SABANA-AMAN, seluruh data terkait sarana dan prasarana keamanan dapat dipantau secara berkala dan terintegrasi dalam satu platform digital. Sistem ini memungkinkan petugas untuk mengidentifikasi sejak dini potensi kerusakan atau kebutuhan perbaikan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Moch. Subhan Zakaria menjelaskan bahwa penerapan aplikasi SABANA-AMAN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap fasilitas keamanan di lingkungan Lapas. "Dengan adanya aplikasi SABANA-AMAN, proses pengawasan dan pemeliharaan sarana serta prasarana keamanan dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan terdokumentasi dengan baik. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban yang humanis serta berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan," ujar Subhan.
Sementara itu, para petugas yang mengikuti sosialisasi menyambut baik kehadiran inovasi digital tersebut. Mereka menyampaikan bahwa aplikasi SABANA-AMAN dapat mempermudah proses pendataan, pemantauan, hingga pelaporan kondisi sarana keamanan secara lebih akurat dan efisien.
Dengan implementasi aplikasi SABANA-AMAN, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang pemasyarakatan. Inovasi ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pengamanan yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.
Editor : Alfitria
