- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Buka Rakor Karhutla Wabub Ahlul Badrito Resha Tekankan Kolaborasi Seluruh Pihak Bukan Penanganan Secara Parsial

Sabtu, 06 Juni 2026 | 6/06/2026 12:42:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-05T17:42:55Z

LIMA PULUH KOTA, Liputan12com — Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha secara resmi membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sarilamak pada Jumat (4/6/2026). Rakor ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Lima Puluh Kota, BKSDA Kabupaten Lima Puluh Kota, PMI Kabupaten Lima Puluh Kota serta perwakilan media massa.

Dalam sambutannya, Ahlul Badrito Resha menyampaikan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat risiko tinggi. Oleh karena itu, rakor ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan jumlah titik panas di wilayah tersebut.

"Sangat penting upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada kondisi cuaca ekstrem saat ini," ucap Wabup Ahlul Badrito Resha.

Lebih jauh, Wabup memaparkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan ekosistem, tetapi juga menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap, menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan, serta berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi daerah.

"Oleh karena itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak," pinta Ahlul Badrito Resha.

Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki wilayah luas dengan kawasan hutan dan perkebunan berpotensi mengalami kebakaran pada kondisi tertentu. Untuk itu, Pemerintah Daerah bersama seluruh unsur harus terus meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah pencegahan, peringatan dini, kesiapsiagaan sumber daya, serta respon cepat apabila terjadi kejadian kebakaran.

"Melalui rakor ini, saya berharap seluruh peserta dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lima Puluh Kota," katanya.

Wabup juga mengajak seluruh camat, wali nagari, tokoh masyarakat, kelompok tani, serta seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan. Menurutnya, kesadaran dan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Senada dengan Wabup, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alfian meminta seluruh pihak terkait untuk melakukan mitigasi dengan gerak cepat melalui tindakan nyata ke tengah masyarakat, baik dalam bentuk pencegahan maupun penanganan.

"Fokus utama yang harus kita lakukan adalah tindakan apa yang harus dilakukan dalam pencegahan yang dapat berupa patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat serta himbauan pencegahan dan edukasi melalui media massa dan platform digital, di samping langkah-langkah yang tepat dan cepat dalam penanganan," papar Alfian.



Melalui momentum kesiapsiagaan ini, seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga nagari diminta menyebarluaskan lima poin ajakan preventif kepada seluruh warga:

1. Tidak membuka lahan dengan cara membakar

2. Tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area vegetasi kering

3. Tidak meninggalkan api unggun atau pembakaran sampah tanpa pengawasan ketat

4. Segera melaporkan kepada petugas jika menemukan adanya titik api atau indikasi asap

5. Menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air di sekitar wilayah masing-masing

Dalam rakor tersebut, Kalaksa BPBD Zaimar Hakim juga memaparkan informasi terkait Pemetaan Potensi Bencana, wilayah rawan titik api berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kesiapsiagaan sarana dan prasarana, ketersediaan serta kelayakan peralatan pemadaman, hingga kesiapan personel satgas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol-PP dan masyarakat.


Aldo 

×
Berita Terbaru Update