Payakumbuh – Liputan12.com -- Aksi balap liar kembali menimbulkan korban di Kota Payakumbuh. Seorang pemuda berinisial A.R.M (21 tahun) mengalami luka parah setelah terlibat kecelakaan yang diduga akibat aktivitas balap liar di Jalan Soekarno-Hatta, Koto Nan Ampek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/6/2026) dini hari, saat aktivitas kendaraan mulai sepi namun diketahui ada kelompok yang melakukan balap liar di jalan raya tersebut. Korban yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah di daerah Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, tiba-tiba ditembak dari belakang oleh salah satu pemotor yang terlibat balap liar dan melaju dengan kecepatan tinggi. Benturan tersebut mengakibatkan A.R.M terpental dari motornya dan mengalami cedera berat.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan oleh warga sekitar ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Saat ini, A.R.M masih dalam perawatan di Rumah Sakit Adnan WD Kota Payakumbuh.
Petugas Kepolisian Kota Payakumbuh yang segera tiba di lokasi kejadian melakukan olah Tindakan Kejadian Pidana (TKP) secara menyeluruh dan mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya para pemuda dan remaja, untuk tidak terlibat dalam balap liar yang tidak hanya melanggar peraturan lalu lintas tetapi juga sangat membahayakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya.
"Salah satu dampak buruk dari balap liar adalah tidak hanya membahayakan pelakunya sendiri, tetapi juga dapat menimpa orang tidak bersalah seperti yang terjadi pada korban kali ini. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap setiap aktivitas balap liar di wilayah Kota Payakumbuh," ujar salah satu petugas yang menangani kasus.
Sementara itu, orang tua korban bernama Jun yang ditemui di rumah sakit, dengan penuh kesedihan membantah rumor yang menyebar bahwa anaknya terlibat sebagai joki balap liar. "Pernyataan itu tidak benar sama sekali. Anak saya baru saja pulang dari bekerja di salah satu cafe di daerah Simpang Benteng. Ia mendapatkan shift malam dan pulang dini hari sesuai jadwal kerja. Saat dalam perjalanan pulang ke rumah setelah selesai bekerja, inilah ia menjadi korban dari aksi balap liar yang tidak bertanggung jawab," ujar Jun dengan berkaca-kaca.
Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian masih dalam proses mendalami kronologi pasti kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi balap liar tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi dan analisis barang bukti masih terus dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Cg

