Sampang, Liputan12.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kekhusyuan, ratusan alumni dari berbagai angkatan dan simpatisan Pondok Pesantren Gedangan menggelar kegiatan ziarah bersama ke makam Al-Maghfurlah KH. Zainal Abidin Khoir pada Minggu (28/6/2026) atau tepat pada tanggal 12 Muharram 1448 H. Kegiatan yang digelar dalam rangka Ahad Manis dan menyambut tahun baru Hijriyah ini diikuti oleh mereka yang memiliki ikatan erat baik dari sisi emosional maupun keilmuan dengan pesantren yang telah berdiri sejak puluhan tahun silam.
Acara dimulai tepat pukul 16.00 WIB dengan prosesi berkumpul bersama di halaman depan makam, di mana para hadirin datang dari berbagai wilayah – tidak hanya dari Kabupaten Sampang, melainkan juga dari kota-kota lain di Jawa Timur seperti Surabaya, Malang, dan bahkan beberapa yang datang dari luar pulau Jawa. Pimpinan seluruh rangkaian ibadah tahlil dipercayakan kepada Ust. Jalil, salah satu alumni terbaik Ponpes Gedangan yang kini juga menjabat sebagai tokoh masyarakat lokal dan aktif dalam pengembangan pendidikan agama di wilayah Kedungdung.
Ziarah kali ini tidak hanya menjadi momen sakral untuk mengenang jasa besar KH. Zainal Abidin Khoir sebagai pendiri dan tokoh utama pesantren, yang telah berjasa membimbing ribuan santri dan menyebarkan ilmu agama serta nilai-nilai akhlak kepada masyarakat Madura. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar-alumni dari berbagai angkatan, sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan dalam keluarga besar Ponpes Gedangan yang terus tumbuh dan berkembang.
Setelah melakukan prosesi ziarah dengan mengunjungi makam dan menyampaikan doa pribadi, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil secara bersama-sama yang dipimpin langsung oleh Ust. Jalil. Kemudian diikuti dengan doa bersama yang penuh haru, di mana para hadirin secara serentak memohon kepada Allah SWT agar segala amal ibadah yang telah dilakukan oleh almarhum diterima dengan baik, segala khilaf dan dosa yang pernah diperbuat diampuni sepenuhnya, serta diberikan tempat yang paling mulia di sisi-Nya bersama orang-orang shaleh dan shaleha.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, beberapa alumni senior juga berbagi cerita tentang perjuangan KH. Zainal Abidin Khoir dalam mendirikan dan mengembangkan Ponpes Gedangan, mulai dari kondisi awal yang sangat sederhana hingga menjadi pesantren yang dikenal luas karena fokus pada pembinaan keilmuan dan akhlak mulia. Para panitia penyelenggara berharap kegiatan tahunan ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali semangat gemilang keilmuan serta nilai-nilai akhlak yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Gedangan sejak awal didirikan, bahkan dapat diteruskan kepada generasi muda yang akan datang.
@gusmsndie






