![]() |
| Ruas Jalan Vital Akses Wilayah Selatan Akan Dibangun Konstruksi Rigid Beton |
MARGASARI, Liputan12com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi ruas Jalan Margasari–Jedug di Kecamatan Margasari pada Kamis (21/05/2026). Ruas jalan yang menjadi akses vital penghubung wilayah Pagerbarang, Karangdawa, dan Jatilaba menuju pusat Kecamatan Margasari telah lama menjadi keluhan masyarakat akibat kerusakan parah di sejumlah titik.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan proses penanganan kerusakan jalan. Pemerintah Kabupaten Tegal telah mengalokasikan anggaran perbaikan sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari Bantuan Provinsi, namun pelaksanaan pengerjaan mengalami keterlambatan akibat proses administrasi yang harus dilalui dan kenaikan harga material konstruksi yang signifikan.
"Saya sudah menginstruksikan agar seluruh proses persiapan segera dipercepat sehingga pengerjaan fisik bisa segera dimulai. Ruas jalan ini sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Tegal," ujar Bupati Ischak.
Berdasarkan kajian teknis yang telah dilakukan, penanganan kerusakan akan dilakukan pada ruas jalan sepanjang sekitar dua kilometer dengan fokus pada tiga titik kerusakan berat, yaitu area pinggir rel kereta api, kawasan hutan arah Karangdawa, serta segmen ruas Karangdawa–Jatilaba. Pengerjaan akan dimulai dari sisi selatan atau arah Margasari menuju Jedug.
Untuk menjamin daya tahan jalan yang optimal, pihaknya memilih menggunakan konstruksi rigid beton, mempertimbangkan beban lalu lintas yang cukup berat di jalur tersebut, termasuk kendaraan bertonase besar dari kawasan galian kapur yang sering melintas dan menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan yang cepat. Bupati juga mengimbau agar setelah perbaikan selesai, pengguna jalan dapat menyesuaikan penggunaan dengan kapasitas jalan agar dapat bertahan lebih lama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo menjelaskan bahwa penanganan ruas jalan Margasari–Jedug selama ini dilakukan secara bertahap akibat keterbatasan anggaran. Kenaikan harga aspal dan bahan konstruksi lainnya menjadi faktor utama yang menyebabkan pelaksanaan pekerjaan tahun ini mengalami penundaan dari jadwal semula.
"Insya Allah pada bulan Juni mendatang pekerjaan akan segera dimulai. Meskipun menggunakan konstruksi rigid beton dengan target pengerjaan sekitar tiga bulan, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap karena jalan tidak bisa ditutup total dan tetap harus memfasilitasi lalu lintas masyarakat sehari-hari," ujar Teguh.
Kondisi jalan yang rusak telah memberikan dampak langsung bagi pengguna sehari-hari. Kiki Ardito (20 tahun), salah satu warga yang setiap hari melintas di ruas jalan tersebut untuk bekerja, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan semakin diperparah oleh minimnya penerangan jalan, terutama pada malam hari dan musim hujan. Genangan air yang sering menutupi lubang-lubang besar di jalan, ditambah dengan kawasan hutan yang berada di sisi jalan dan membatasi jarak pandang, membuat risiko kecelakaan semakin tinggi.
"Saya berharap perbaikan jalan segera direalisasikan, tidak hanya memperbaiki permukaan jalan saja tetapi juga disertai dengan pemasangan lampu penerangan jalan yang memadai demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan," kata Kiki.
Penulis : Ag


