![]() |
| Tembok penghalang jalan air dibongkar sebagian, jembatan dan kolam retensi jadi prioritas penanganan |
Palembang, Liputan12.com – Walikota Palembang, Drs. Ratu Dewa, memberikan respon cepat terhadap aduan warga Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, terkait masalah banjir genangan dan infrastruktur yang mengganggu aktivitas masyarakat. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Yudha Fardyansah, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, serta Kabid Sumber Daya Air dan Irigasi Lingkungan (SDA-IL) Ir. R.A. Marlina Sylvia, S.T., M.Si., M.Sc., IPM, Walikota melakukan peninjauan langsung lokasi yang menjadi sumber keluhan warga.
Keluhan utama berasal dari warga RT 17 yang mengalami banjir akibat penutupan jalan air oleh tembok belakang Rumah Sakit (RS) Siti Fatimah. Masalah ini sempat viral dan menjadi sorotan publik di media sosial sebelum akhirnya mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah kota.
"Berkat koordinasi yang erat antara Pemerintah Kota Palembang dengan pihak RS Siti Fatimah, telah disepakati untuk melakukan pembongkaran sebagian tembok guna menormalisasikan aliran jalan air. Kami segera mengerahkan satgas PUPR SDA-IL Kota Palembang untuk menangani lokasi tersebut," jelas Kadis PUPR Yudha Fardyansah yang menyampaikan arahan Walikota Ratu Dewa.
Langkah cepat ini disambut dengan gembira oleh warga sekitar yang telah lama terganggu oleh genangan air setiap kali hujan turun. Mereka mengapresiasi tanggapan yang diberikan oleh pemerintah kota tanpa perlu menunggu waktu lama.
Setelah menangani masalah tembok di RT 17, Walikota Ratu Dewa juga melakukan peninjauan langsung dengan berjalan kaki ke lokasi jembatan di RT 18 yang kondisinya sudah hampir patah dan mempersempit aliran jalan air. Kondisi jembatan tersebut juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir dan genangan di pemukiman warga sekitar.
"Melalui Kadis PUPR, saya menyampaikan agar hal ini segera ditindaklanjuti. Infrastruktur yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik akan terus menjadi beban bagi masyarakat, jadi kita tidak bisa menunda-nunda penanganannya," ujar Ratu Dewa saat berada di lokasi.
Tidak hanya itu, Walikota juga melihat langsung kondisi kolam retensi yang berfungsi sebagai waduk sosial di wilayah RW 05 Kelurahan Sukabangun. Kolam tersebut sudah hampir kehilangan fungsinya akibat penumpukan sedimen yang banyak, sehingga tidak dapat menampung air dengan maksimal dan berpotensi menyebabkan luapan yang menggenangi rumah warga.
Melihat kondisi tersebut, Ratu Dewa langsung memberikan kewenangan kepada Dinas PUPR Kota Palembang untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk dengan menerjunkan alat berat untuk mengeruk sedimen yang menumpuk. "Kita tidak bisa biarkan kolam retensi yang seharusnya membantu mengurangi genangan justru menjadi sumber masalah baru. Penanganan sedimen ini harus dilakukan segera sebelum musim penghujan penuh tiba," tegasnya.
Walikota Palembang juga mengimbau Lurah Sukabangun yang turut mendampingi dalam peninjauan untuk menghimbau seluruh warga agar bersama-sama bekerja sama dengan pemerintah kota. "Mohon kepada seluruh ketua RT dan warga untuk dapat membantu mendukung program pemerintah dalam menangani masalah banjir dan genangan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama kita semua," ujarnya.
Dengan respon cepat dari pemerintah kota dan dinas terkait terhadap aduan masyarakat, warga Kota Palembang semakin memiliki harapan besar bahwa masalah banjir dan genangan yang sering terjadi setiap musim hujan dapat semakin diminimalkan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk berpartisipasi aktif, bersinergi dengan pemerintah, serta mengikuti edukasi terkait penanggulangan banjir agar upaya yang dilakukan dapat berjalan dengan maksimal.
(Kontributor Palembang)



