- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mempererat Silaturahmi, Ribuan Jemaah Padati Haul ke-4 Pujuk Pari Bersama Habib Zainal Abidin Al Haddad

Minggu, 03 Mei 2026 | 5/03/2026 06:16:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T11:39:26Z
Haul ke-4 Pujuk Pari di Bunten Timur dihadiri ribuan jemaah. Habib Zainal Abidin Al Haddad tekankan pentingnya silaturahmi dan teladan pendahulu. Ustadz Baihaqi apresiasi dukungan semua pihak. Acara jadi ajang kumpul keturunan Bani Bujuk Pari dan diharapkan rutin pererat ukhuwah keluarga besar.

SAMPANG, liputan12.com – Semangat kekeluargaan dan religiositas terpancar sangat kuat dalam perhelatan akbar Haul ke-4 Pujuk Pari yang digelar dengan meriah di Desa Bunten Timur Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang pada Minggu (03/05/2026). Acara yang diselenggarakan untuk mengenang para pendahulu ini berlangsung khidmat dengan kehadiran ribuan jemaah yang datang dari berbagai daerah di Jawa bahkan luar pulau untuk memanjatkan doa bersama dan mempererat tali silaturahmi.

Puncak acara semakin terasa istimewa dengan kehadiran mubaligh ternama, Habib Zainal Abidin Al Haddad. Dalam tausiahnya yang penuh makna, beliau menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi antar sesama keturunan serta meneladani nilai-nilai kebaikan, kesederhanaan, dan keikhlasan yang diwariskan oleh para pendahulu Bani Pujuk Pari.

Aba Duro sekeluarga menjadi tuan rumah 

"Para leluhur kita telah menunjukkan bagaimana pentingnya menjaga persatuan dan kekeluargaan. Silaturahmi bukan hanya soal bertemu dan saling menyapa, tetapi juga tentang saling membantu dan menjaga kehormatan nama keluarga besar kita," ujar Habib Zainal Abidin dalam khutbahnya yang disimak dengan penuh perhatian oleh para jemaah.

Kehadiran lebih dari seribu jemaah yang memenuhi seluruh area lokasi acara bukan sekadar angka, melainkan simbol kuatnya ikatan kekeluargaan yang masih terjalin erat di antara Bani Bujuk Pari. Masyarakat tampak telah memadati lokasi sejak pagi hari, dengan antusias mengikuti rangkaian acara yang dimulai dari pembacaan doa bersama, zikir kelompok, hingga pemberian santunan bagi kaum dhuafa yang menjadi bagian penting dalam perhelatan ini.

Dalam sambutannya mewakili panitia pelaksana, Ustadz Baihaqi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah rela meluangkan waktu dan tenaga.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa pikiran, dana, maupun tenaga. Mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga seluruh keluarga besar Bani Pujuk Pari yang telah ikut berpartisipasi aktif. Tanpa bantuan dan dukungan dari semua pihak, acara sebesar ini tidak mungkin dapat terlaksana dengan sukses dan khidmat seperti ini," ungkap Ustadz Baihaqi dengan penuh haru saat menghadiri para jemaah.

Antusiasme yang luar biasa juga datang dari para jemaah yang datang dari berbagai penjuru. Salah satu warga yang telah menetap di luar daerah, Siti Nurhaliza (45), mengungkapkan perasaan haru dan bahagianya melihat persatuan yang tercipta dalam acara ini. Ia menuturkan bahwa acara haul menjadi momentum langka di mana keturunan Bani Bujuk Pari, khususnya dari wilayah Bunten Timur dan para perantau yang datang dari luar kota maupun luar provinsi, dapat melepas rindu dan berkumpul dalam satu ikatan kekeluargaan yang erat.

"Saya merasa sangat bahagia bisa datang ke sini hari ini. Sudah lama tidak bertemu dengan saudara-saudara sepupu yang lain. Acara ini bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang kadang terputus karena jarak dan kesibukan," ujarnya sambil menunjukkan suasana rame di lokasi acara.

Setelah rangkaian doa dan tausiah selesai, panitia juga menyediakan makanan untuk seluruh jemaah sebagai bentuk silaturahmi dan rasa kebersamaan. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Habib Zainal Abidin Al Haddad, dengan harapan agar keluarga besar Bani Pujuk Pari selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan untuk terus menjaga persatuan.

Haul ke-4 Bujuk Pari ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh seluruh keluarga besar Bani Pujuk Pari, tetapi juga menjadi wadah perekat bagi generasi penerus untuk terus menjaga marwah keluarga dan memperkuat ukhuwah yang telah terjalin sejak zaman leluhur hingga masa mendatang.


Kontributor : Moh. Dakkir

×
Berita Terbaru Update