- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Suporter Jelang Pertandingan Persija vs Persib

Jumat, 08 Mei 2026 | 5/08/2026 09:21:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T14:21:04Z
Upaya tegas menjaga kamtibmas, siap bubarkan kegiatan yang melanggar larangan

CIREBON, Liputan12.com – Menghadapi pertandingan klasik yang dinanti-nantikan antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, Polresta Cirebon mengambil langkah preventif yang tegas dengan memberlakukan larangan terhadap segala bentuk kegiatan nonton bareng (nobar) serta konvoi suporter di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dan kondusif jelang dan pasca pertandingan.

Keputusan penting ini disampaikan secara langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat (08/05/2026). Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang atau toleransi terhadap kegiatan apa pun yang berpotensi memicu kerawanan dan mengganggu ketertiban umum.

"Polresta Cirebon secara tegas melarang segala bentuk kegiatan nobar baik yang diadakan di ruang publik, kafe, warung makan, maupun tempat berkumpul lainnya. Jika masih ada pihak yang nekat melaksanakan kegiatan tersebut, maka kami akan segera melakukan tindakan penegakan hukum dengan membubarkan kerumunan dan menangani sesuai peraturan yang berlaku," tegasnya dengan tegas.

Selain pelarangan terhadap kegiatan nobar, Polresta Cirebon juga telah melakukan antisipasi matang terhadap potensi terjadinya konvoi suporter yang kerap kali terjadi setelah pertandingan besar antar klub top nasional. Tim intelijen kepolisian telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi jalur konvoi maupun lokasi rawan terjadinya gesekan antar pendukung.

"Kami telah menyusun skenario pengamanan yang komprehensif dan akan menempatkan personel kepolisian secara maksimal di seluruh titik-titik strategis, termasuk jalur yang berpotensi dilalui oleh konvoi suporter. Personel kami siap siaga 24 jam untuk mencegah terjadinya kerusuhan atau bentrokan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat," jelas Imara.

Langkah preventif yang diambil Polresta Cirebon ini tidak lain adalah berdasarkan pengalaman sebelumnya, di mana rivalitas yang tinggi antara kedua tim besar ini – yang masing-masing memiliki basis suporter besar yaitu Jakmania untuk Persija dan Bobotoh/Viking untuk Persib – seringkali berujung pada gesekan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk pernah terjadi di wilayah Cirebon pada beberapa pertandingan sebelumnya.

Selain itu, Polresta Cirebon juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Warga masyarakat diminta untuk menyaksikan pertandingan tersebut dari rumah masing-masing, hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi terjadinya kerumunan yang tidak terkendali serta mengurangi risiko terjadinya konflik antar pendukung.

"Kami memahami bahwa semangat cinta terhadap klub sepak bola adalah hal yang wajar, namun hal tersebut harus tetap diwujudkan dalam batasan hukum dan tidak mengganggu hak serta keselamatan orang lain. Mari kita dukung pertandingan dengan cara yang positif dan damai dari rumah masing-masing," pungkas Kapolresta.

Diketahui, pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung merupakan bagian dari lanjutan kompetisi Super League Indonesia musim 2025–2026 pada pekan ke-32. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, pada hari Minggu (10/05/2026) pukul 15.30 WIB ini diperkirakan akan menarik perhatian ribuan pendukung di seluruh Indonesia.

Dengan langkah tegas dan antisipasi yang matang ini, Polresta Cirebon berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah terjadinya potensi konflik yang dapat merugikan semua pihak dan mengganggu aktivitas masyarakat pada umumnya.


Penulis : Bung Arya

×
Berita Terbaru Update