- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah Kabupaten Sampang Fokus Naikkan IPM di Bidang Pendidikan, Sambut Hari Pendidikan Nasional dengan Sosialisasi Hak Pilih

Minggu, 17 Mei 2026 | 5/17/2026 02:30:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T07:30:19Z
Komunitas Siap Dukung Penuh, Data Pendidikan Belum Mencerminkan Potensi yang Ada

SAMPANG, Liputan12.com – Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Sampang, yang dijalankan melalui implementasi kebijakan penguatan kualitas sekolah dan peningkatan kompetensi guru. Hal ini disampaikan dalam kegiatan menyambut Hari Pendidikan Nasional pada hari Minggu (17/05/2026).

Dr. Mustakim, SS, M.Si., menekankan pentingnya pemahaman mengenai hak pilih bagi pelajar dan pemuda di Kabupaten Sampang, dengan menyatakan bahwa syarat utama untuk memiliki hak pilih adalah berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah.

“Bagi adik-adik SMA atau mahasiswa, jika sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah, maka memiliki hak memberikan suara dalam pemilu maupun Pilkada. Hal ini sering kurang dipahami, bahkan ada kasus warga usia 17 tahun tidak tercatat dalam pendataan karena minim sosialisasi atau ada unsur kesengajaan pihak tertentu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun aturan Kementerian Agama menetapkan batas usia pernikahan minimal 19 tahun bagi perempuan, secara undang-undang warga di bawah usia tersebut yang sudah tercatat menikah tetap memiliki hak pilih asalkan memiliki dokumen resmi seperti KTP elektronik atau surat keterangan nikah. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemilih yang tercatat di satu desa tidak boleh menggunakan hak pilihnya di lokasi lain, dan menjadi kewajiban bagi pemuda untuk hadir dan menggunakan hak pilih sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan tentang pemilu dan Pilkada, agar demokrasi di Sampang berjalan sesuai harapan. Jika ada pertanyaan, warga bisa datang langsung ke kantor KPU Jalan Diponegoro atau menghubungi kami melalui media sosial Instagram maupun Facebook,” tambahnya.

Ketua CMS yang turut hadir menyampaikan rasa cinta dan perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sampang. Ia mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan atas inisiatif para cendekiawan muda, bukan hanya sebagai kegiatan pemerintahan.

“Kami tidak hanya sekadar mengadakan upacara, tapi juga memberikan penghargaan bagi tenaga pendidik dan semua pihak yang berjasa mencerdaskan anak bangsa di sini. Tanpa pengorbanan para guru, kepala sekolah, hingga tenaga kependidikan lain, tidak akan ada generasi muda yang siap bersaing,” tegasnya.

Ia juga menyoroti data pendidikan di Kabupaten Sampang yang secara statistik masih tertinggal dibandingkan daerah lain, namun menegaskan bahwa potensi yang dimiliki sangat besar dan belum tergambarkan dalam angka tersebut. “Kami mengundang media untuk menyampaikan bukti nyata bahwa potensi pendidikan di Sampang luar biasa. Kami tidak mencari yang terbaik saja, tapi mencari sosok dan sekolah yang bisa menginspirasi banyak orang,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya siap mendukung segala kebutuhan dunia pendidikan di Sampang, baik bagi sekolah, guru, maupun mahasiswa, termasuk penyediaan dukungan modal dan fasilitasi tanpa pamrih. “Langkah pertama ini kami harap mendapat dukungan dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga kalangan akademisi. Kami berkomitmen 100% fokus memajukan pendidikan di Kabupaten Sampang, dan siap mensupport segala kebutuhan pemangku kepentingan di bidang ini,” pungkasnya.


Penulis : Saladin

×
Berita Terbaru Update