![]() |
| Tradisi tahunan untuk menghormati tokoh leluhur berjasa pembentuk pedukuhan |
Kabupaten Cirebon, Liputan12.com – Masyarakat Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, merayakan Haul Ngunjung Buyut Pangeran Astapada pada Jumat (08/05/2026). Acara tahunan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk menghormati dan mengingat jasa tokoh leluhur yang dianggap berjasa dalam membentuk pedukuhan Desa Astapada.
Haul Ngunjung Pangeran Astapada secara harfiah berarti mengunjungi leluhur atau tokoh yang dahulu memiliki peran penting dalam pembentukan desa tersebut. Pangeran Astapada sendiri merupakan tokoh sentral yang dipercaya oleh Kesultanan Cirebon pada masa lalu untuk mengembangkan wilayah yang kini menjadi Desa Astapada.
"Tradisi ini sebelumnya dikenal dengan nama Tipar Makam dan selalu diperingati setiap tahun secara rutin oleh masyarakat. Khususnya masyarakat Desa Astapada Blok Nambo yang secara aktif terlibat dalam rangkaian acara ini sebagai wujud syukur kepada Allah Subhana Huwata'ala atas segala nikmat yang telah diberikan," jelas Sunoyo S.H., salah satu panitia pelaksana acara.
Dalam rangkaian acara, masyarakat Desa Astapada Blok Nambo menunjukkan rasa syukur dengan membagikan hasil bumi mereka. Mereka membawa berbagai hidangan seperti nasi tumpengan serta berbagai jenis buah-buahan yang kemudian dibagikan kembali kepada seluruh masyarakat setempat sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Di puncak acara Haul Ngunjung Pangeran Astapada, masyarakat juga menggelar berbagai pertunjukan seni budaya lokal yang menjadi daya tarik utama acara. Di antaranya adalah pagelaran wayang kulit yang mengisahkan kisah sejarah dan nilai-nilai budaya, pagelaran sandiwara yang menghibur sekaligus memberikan pesan moral, serta diakhiri dengan acara pengajian umum yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Acara Haul Ngunjung Pangeran Astapada tidak hanya menjadi sarana untuk menghormati leluhur, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan adat budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kita berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Desa Astapada," pungkasnya.
Penulis : Bung Arya

