- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Walikota Payakumbuh Zulmaeta Soroti Percepatan Penyelesaian Persoalan Layanan Masyarakat, Evaluasi Kinerja Kepala OPD Gelar Dialog

Senin, 06 April 2026 | 4/06/2026 06:21:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T11:21:46Z
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, soroti percepatan penyelesaian persoalan layanan masyarakat dan kinerja Kepala OPD 📊. Fokus utama: masalah sampah, infrastruktur, irigasi, dan drainase. "Jangan ada lagi keluhan masyarakat, kita harus proaktif".

PAYAKUMBUH, Liputan12.com – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyoroti percepatan penyelesaian berbagai persoalan layanan dasar masyarakat sebagai prioritas utama dalam dialog kinerja penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan evaluasi kinerja Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan yang dihelat di Aula Josrizal Zain pada Senin (06/04/2026) dihadiri oleh Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Wako Zulmaeta secara tegas menekankan pentingnya penanganan masalah sampah yang menjadi perhatian utama masyarakat. “Masalah sampah harus segera selesai. Jangan ada lagi keluhan masyarakat. Sebelum masyarakat beraktivitas pada pagi hari, sampah harus sudah terangkut semua dari setiap sudut kota,” tegasnya di depan rombongan.

Selain masalah sanitasi, ia juga mengulas kondisi infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat, terutama jalan raya, sistem irigasi, dan drainase. Menurutnya, pemerintah daerah harus mengambil langkah proaktif tanpa harus menunggu keluhan datang dari masyarakat.

“Jangan sampai ada keluhan soal jalan berlubang yang mengganggu aktivitas masyarakat. Tim akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan setiap jalan dalam kondisi baik. Kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kita, termasuk percepatan penanganan perbaikan irigasi untuk mendukung sektor pertanian dan drainase untuk mencegah genangan banjir,” jelasnya.

Zulmaeta menegaskan bahwa pendekatan proaktif dalam pelayanan publik harus menjadi budaya bagi seluruh perangkat daerah. Ia mengingatkan agar setiap pejabat bertindak secara preventif sebelum keluhan muncul, sehingga tingkat kepuasan masyarakat dapat terus dijaga dan ditingkatkan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah hunian. Selama masa jabatannya, target utama adalah tidak ada lagi rumah tidak layak huni di wilayah Payakumbuh.

Di sektor perdagangan, Pemko Payakumbuh juga fokus pada percepatan pembangunan fasilitas pasar. Selain pembangunan Pasar Tradisional Ibuh Barat yang akan rampung tahun ini, proses pembongkaran Pasar Blok Barat segera dilaksanakan untuk mempercepat tahap konstruksi pasar baru yang lebih modern dan nyaman.

“Kami telah menyediakan lokasi penampungan bagi para pedagang selama masa pembangunan berlangsung. Saya mengharapkan dukungan penuh dari para pedagang untuk memanfaatkan lokasi tersebut agar aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam aspek manajemen kinerja, Zulmaeta menegaskan pentingnya melakukan evaluasi berkala agar target-target pembangunan tidak menumpuk dan menjadi beban di akhir tahun. “Target harus dievaluasi secara berkala, jangan menunggu sampai akhir tahun untuk melihat perkembangannya. Kita ingin mencapai hasil yang maksimal melalui proses yang terukur dan terkontrol dengan baik,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja dengan penuh inovasi dan kreativitas. Menurutnya, ASN merupakan pilar utama dan motor penggerak dalam pembangunan daerah.

“ASN ini ibarat mesin utama dari sebuah kendaraan. Kalau mesinnya tidak berjalan dengan baik, maka tujuan organisasi dan pembangunan daerah tidak akan tercapai dengan optimal. Karena itu, kita membutuhkan komitmen yang kuat, gagasan inovatif, dan kolaborasi yang erat antar semua elemen untuk membawa Payakumbuh menjadi lebih maju,” paparnya.

Untuk mendukung terciptanya ide-ide baru yang bermanfaat bagi daerah, Zulmaeta membuka ruang terbuka bagi seluruh OPD untuk menyampaikan gagasan dan usulan perbaikan. Ia memastikan bahwa setiap ide yang sesuai dengan peraturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat akan segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi kerja antar seluruh perangkat daerah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menyelesaikan berbagai masalah daerah. Mari kita bekerja sama secara kompak, catat setiap hal yang perlu dikerjakan dan pastikan untuk menyelesaikan apa yang telah kita rencanakan. Tanpa sinkronisasi yang baik, tidak akan ada keselarasan antara apa yang kita rencanakan dengan apa yang kita lakukan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala OPD untuk selalu memperhatikan kondisi aktual di masyarakat dan selalu mengedepankan kepentingan publik dalam setiap kebijakan yang diambil.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menjelaskan bahwa dialog kinerja kali ini diikuti oleh 31 kepala perangkat daerah, yang terdiri dari kepala dinas, badan, kantor, serta seluruh camat di wilayah Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus pengelolaan kinerja ASN yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.

“Evaluasi capaian kinerja Triwulan I Tahun 2026 harus diselesaikan paling lambat tanggal 15 April 2026 sesuai dengan edaran yang telah dikeluarkan oleh Wali Kota,” jelasnya.

Sebelumnya, seluruh kepala OPD telah menyusun SKP pada bulan Januari 2026 dengan mengacu pada Rencana Strategis Daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah, serta Perjanjian Kinerja yang telah disepakati.

“Dialog kinerja ini menjadi landasan penting untuk menyelaraskan ekspektasi dari pimpinan daerah dengan capaian kinerja yang telah dicapai oleh setiap perangkat daerah, sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi kemajuan capaian triwulan pertama,” ujar Rida.

Ia menambahkan bahwa forum ini juga berfungsi sebagai ruang bagi setiap kepala OPD untuk memaparkan secara detail capaian kinerja yang telah dicapai, kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan, serta kendala-kendala yang dihadapi selama pelaksanaan tugas.

“Hasil dari dialog kinerja ini akan dihimpun secara menyeluruh dan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan perbaikan pada penyusunan SKP serta sebagai dasar untuk meningkatkan kinerja ke depannya,” pungkasnya.

 

Penulis: Aldo

×
Berita Terbaru Update