- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Panen Raya Lapas Kuningan, Langkah Nyata Wujudkan Warga Binaan Mandiri dan Produktif – Dukung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 4/07/2026 04:32:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T09:32:27Z
Lapas Kuningan panen raya, wujudkan warga binaan mandiri dan produktif 🌾. Hasil panen: selada, jagung, ikan bawal, dan ikan nila. "Warga binaan mampu berkontribusi produktif".

KUNINGAN, Liputan12.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menggelar kegiatan panen raya yang menjadi puncak dari program ketahanan pangan yang telah berjalan selama beberapa bulan. Kegiatan yang berlangsung di area Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi pada Selasa (07/04/2026) menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif dapat memberikan hasil yang signifikan.

Acara panen raya diikuti oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali beserta seluruh jajaran pejabat struktural, staf, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), peserta magang dari berbagai perguruan tinggi, serta puluhan warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian dan tambak perikanan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kolaborasi antara petugas dan warga binaan.

Dalam kesempatan ini, warga binaan berhasil memanen berbagai komoditas pertanian dan perikanan yang telah mereka rawat dengan penuh dedikasi. Hasil panen yang diperoleh cukup melimpah, di antaranya selada segar sebanyak 70 kilogram yang seluruhnya disalurkan ke kebun Yunma sebagai mitra kerja sama dalam pengolahan hasil pertanian. Selain itu, jagung sebanyak 145 kilogram berhasil dipanen, dengan rincian 140 kilogram dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas yang melayani ribuan porsi makan setiap hari, dan sisanya 5 kilogram dibagikan kepada pegawai sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam menjalankan program ini.

Di sektor perikanan, program yang dijalankan di tambak Lapas berhasil menghasilkan ikan bawal sebanyak 1 kuintal 20 kilogram dan ikan nila sebanyak 20 kilogram. Seluruh hasil perikanan tersebut disalurkan kepada pedagang perorangan yang telah menjalin kerja sama dengan Lapas Kuningan, sehingga dapat langsung memasuki pasar lokal dan dinikmati oleh masyarakat umum.

Salah satu pedagang yang menerima hasil panen ikan, Tatang – yang telah lama bergerak di bidang jual beli ikan di Kota Kuningan – memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kualitas produk yang dihasilkan oleh warga binaan Lapas Kuningan. "Ikan dari Lapas Kuningan kualitasnya bagus sekali, tetap segar saat diterima, dan ukurannya juga besar-besar. Konsumen saya juga banyak yang menyukainya karena rasanya enak dan tidak ada masalah dengan kebersihannya," ungkapnya dengan senang hati.

Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian warga binaan yang telah menjadi fokus Lapas Kuningan, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan Program Akselerasi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui pemanfaatan lahan yang ada secara optimal, Lapas berupaya tidak hanya meningkatkan produktivitas kegiatan kerja warga binaan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kerja keras dan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan panen raya tahun ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan hasil kerja keras, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026. "Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan bukan hanya mampu berkontribusi secara produktif bagi lingkungan Lapas, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Ini adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program pertanian dan perikanan di Lapas Kuningan dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan saat nanti mereka kembali ke masyarakat. "Kami berharap bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sini dapat membantu mereka untuk membangun usaha sendiri atau mendapatkan pekerjaan yang layak setelah selesai masa pembinaan," tambahnya.

Dengan suksesnya kegiatan panen raya ini, diharapkan program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Kuningan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Selain mendukung kebutuhan internal Lapas, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk kemajuan bersama.

 


Penulis: Bung Arya

×
Berita Terbaru Update