SIDOARJO, liputan12.com – Sebuah peristiwa yang melanggar hukum dan nilai kemanusiaan terjadi di ruas jalan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, ketika seorang warga Kabupaten Sampang bernama Naiman menjadi korban tindakan brutal berupa pengeroyokan dan pemerasan oleh sekelompok orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi ketika ia tengah bertugas mengawal ambulans yang akan menjemput jenazah di Bandara Juanda, Surabaya, untuk dibawa pulang ke kampung halaman di Sampang.
Peristiwa yang terjadi pada hari Kamis (16/04/2026) tersebut berawal ketika rombongan dari Sampang yang tengah dalam perjalanan dari Bandara Juanda menuju Sampang melewati wilayah Sidoarjo. Di tengah perjalanan, kendaraan yang membawa rombongan serta ambulans tiba-tiba dicegat oleh beberapa orang yang naik dalam beberapa kendaraan pribadi. Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung melakukan kekerasan terhadap Naiman yang menjadi koordinator rombongan.
“Kami sedang dalam perjalanan membawa jenazah untuk dimakamkan sesuai adat istiadat di kampung halaman. Tiba-tiba saja ada beberapa orang yang menghalangi jalan dan langsung menyerang saya serta beberapa teman yang ada di dalam kendaraan. Mereka tidak hanya memukul, tetapi juga memaksa kami untuk memberikan uang dengan ancaman akan melakukan kekerasan lebih jauh jika tidak dipenuhi,” jelas Naiman saat ditemui di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.
Setelah melakukan serangan, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan Naiman dengan luka-luka di bagian wajah, badan, serta beberapa teman yang juga mengalami cedera ringan. Kondisi jenazah yang berada di dalam ambulans tidak mengalami gangguan, namun seluruh rombongan merasa sangat tertekan dan trauma akibat kejadian yang tidak diinginkan tersebut.
Setelah kejadian, Naiman dan rombongan segera melaporkan kasus ini ke Polres Sidoarjo. Petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti serta informasi dari saksi-saksi yang menyaksikan kejadian tersebut.
Merespons kejadian ini, tim dari MADAS Sedarah segera memberikan pendampingan hukum dan dukungan kepada korban. Aziz dari MADAS Sedarah menyampaikan bahwa tindakan semacam ini tidak hanya melanggar hukum tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga bersama.
“Kami mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap seseorang yang sedang menjalankan amanat untuk mengantar jenazah ke kampung halaman. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang mengharuskan kita menghormati jenazah serta keluarga yang sedang dalam duka,” tegas Aziz pada hari Jum’at (17/04/2026) seperti dilansir melalui siaran resmi MADAS Sedarah.
Ia menambahkan bahwa pihak MADAS Sedarah akan terus mendampingi Naiman dan keluarga dalam proses hukum untuk mendapatkan keadilan yang layak. Selain itu, MADAS Sedarah juga akan melakukan advokasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
“Kita berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan membawa mereka untuk bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.
Pihak Polres Sidoarjo melalui Kasat Reskrim mengkonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan intensif. Petugas telah mengumpulkan bukti-bukti yang ada dan akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik tindakan tersebut.
“Kami akan melakukan penyelidikan tuntas dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang layak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya kegiatan yang mencurigakan di sekitar lingkungan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo.
Dengan adanya dukungan dari MADAS Sedarah dan pihak kepolisian, diharapkan kasus ini dapat menjadi contoh bahwa setiap bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum akan mendapatkan tanggapan yang tepat serta memberikan keadilan bagi korban.
Penulis : Redaksi
