Palembang liputan 12 com.
Kawasan simpang empat yang berbatasan antara kelurahan Sukabangun kecamatan Sukarami dan kelurahan talang aman kecamatan kemuning, yang di kenal warga sekitar dengan sebutan simpang dr.irsan,sudah bertahun-tahun bila hujan, terputus oleh banjir, tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Hal ini disebabkan minimnya parit pembuangan air yang hanya lebar 30 cm, dan dalam kurang lebih satu meter yang tidak mampu menampung tumpahan air dari empat penjuru.
Bahkan sekarang air sudah mulai mencari tempat sendiri dengan masuk kerumah warga di sekitar lorong Sukamulya satu, dan Warga jalan swadaya air mulai memasuki rumah.
Warga berharap ada solusi dari pemerintah kota agar Warga tidak trauma bila suatu saat kawasan tersebut terendam banjir.
Meskipun jalan dikawasan tersebut mulus namun Tanpa di dukung drainase yang memadai, sempit dan dangkal, sehingga drainase tidak berfungsi dengan baik sebagai jalan air.
Tindakan pemerintah kota agar dapat menghimbau pembangunan disekitar wilayah tersebut, terkait aturan tata ruang dan fungsi drainase sangat lah penting di berlakukan dengan tegas, agar dampak genangan tidak berubah menjadi bencana banjir bagi Warga sekitar.
Apalagi bagi pengguna jalan yang melintasi jalan Sukamulya Raya,jalan S.Prawiro,jalan Swadaya dan Jalan H, Sanusi,baik roda empat maupun roda dua harus terjebak banjir,dan mogok.
Hal tersebut dibenarkan oleh lurah Sukabangun, Hendrik Buditama,yang langsung berpatroli, langsung ke lapangan memantau wilayah wilayah terdampak rawan Banjir.
Selain jalan swadaya, jalan S.Prawiro, daerah lainya seperti lorong kopral selamet,jalan terusan,jalan Sosial juga tidak luput di kepung Banjir,.
(Kontributor Palembang).


