- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Tegal Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Utama dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat di Kalangan Remaja

Rabu, 22 April 2026 | 4/22/2026 09:27:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-22T02:27:18Z

PANGKAHliputan12.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menekankan pentingnya peran sentral keluarga dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat di kalangan remaja. Menurutnya, perhatian yang tulus, komunikasi yang terbuka, serta pengawasan yang bijak dari orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk ketahanan anak terhadap berbagai pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan dan sekitarnya.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Tegal yang digelar di Wisata Kebun Buah Desa Purbayasa, Kecamatan Pangkah, pada Sabtu (18/04/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan anggota IPHI dan masyarakat sekitar ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan pesan penting terkait perlindungan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat.

Bupati Ischak menjelaskan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat strategis sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter serta nilai-nilai anak. Lingkungan rumah yang harmonis, penuh kasih sayang, dan terbuka untuk komunikasi dinilai dapat menjadi benteng awal yang kokoh dalam mencegah terjadinya perilaku berisiko pada remaja, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun obat keras tanpa resep dokter.


"Kita tidak bisa mengandalkan pihak luar semata untuk melindungi anak-anak kita. Keluarga adalah pondasi utama di mana anak-anak belajar tentang kehidupan, nilai-nilai yang benar, serta bagaimana menghadapi berbagai tantangan. Lingkungan rumah yang baik akan membantu anak-anak memahami mana yang baik dan mana yang buruk," ujarnya.

Ia menekankan bahwa komunikasi yang intens dan berkualitas antara orang tua dan anak perlu terus dibangun dan dijaga. Hal ini bertujuan agar anak merasa mendapatkan perhatian yang cukup serta merasa memiliki tempat yang aman untuk berbagi cerita, kekhawatiran, maupun masalah yang mereka hadapi selama proses tumbuh kembangnya.

"Jangan sampai anak-anak kita merasa sendirian atau tidak punya orang yang bisa mereka ajak bicara. Kadang-kadang masalah kecil yang tidak disampaikan bisa berkembang menjadi masalah besar, dan anak mungkin akan mencari jalan keluar yang salah jika mereka merasa tidak mendapatkan dukungan dari keluarga," tambahnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa pengaruh lingkungan pergaulan di luar rumah, seperti teman sebaya dan masyarakat sekitar, perlu diantisipasi dengan cermat. Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan peran keluarga dalam memberikan edukasi yang tepat serta pengawasan secara berkelanjutan tanpa membuat anak merasa terkurung atau tidak dipercaya.

"Upaya pencegahan harus dimulai dari keluarga, melalui perhatian, komunikasi, dan pengawasan yang berkesinambungan. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak mereka bergaul, apa yang mereka lakukan di luar rumah, dan memberikan bimbingan yang sesuai ketika diperlukan," tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen keluarga, termasuk orang tua, kakek-nenek, serta saudara kandung, untuk lebih aktif dalam memberikan pendampingan kepada anak dan remaja di lingkungannya. Ia menegaskan bahwa setiap anggota keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang positif dan mendukung pertumbuhan anak-anak.

"Jangan anggap bahwa pendidikan dan pengawasan hanya tanggung jawab orang tua saja. Kakek-nenek bisa memberikan nasihat berharga berdasarkan pengalaman hidup, sedangkan saudara yang lebih tua bisa menjadi contoh baik bagi adik-adik mereka. Semua bagian keluarga perlu bekerja sama," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan komunikatif tidak bisa disepelekan. Lingkungan seperti ini akan membantu anak mengembangkan ketahanan emosional dan mental yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di luar rumah, termasuk godaan untuk mencoba penyalahgunaan obat.

"Lingkungan keluarga yang baik akan menjadi fondasi penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan. Ketika anak merasa dicintai, diperhatikan, dan memiliki nilai-nilai yang kuat, mereka akan lebih mampu menolak godaan yang tidak baik," katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal terus melakukan koordinasi yang erat dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, kepolisian, serta organisasi masyarakat, dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan pengawasan terhadap penyalahgunaan obat di masyarakat. Beberapa program yang telah dan akan dilaksanakan antara lain penyuluhan di sekolah-sekolah, pembentukan kelompok pendukung keluarga, serta pendampingan bagi keluarga yang memiliki risiko anak terlibat penyalahgunaan obat.

"Kami tidak bekerja sendiri dalam menangani masalah ini. Kami berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk memastikan bahwa upaya pencegahan berjalan dengan baik dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, Bupati berharap dapat tumbuh kesadaran bersama di kalangan masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam menjaga dan melindungi generasi muda. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tegal yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, serta bebas dari ancaman penyalahgunaan obat.

"Semoga dengan kesadaran yang tumbuh di setiap keluarga, kita bisa bersama-sama melindungi anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan obat dan membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Tegal," pungkas Bupati Ischak Maulana Rohman.


Penulis : Ag

×
Berita Terbaru Update