- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

ASN Sampang Misradin Umumkan Perubahan Agama dari Islam ke Penghayat Kepercayaan/Kejawen, Dukungan UUD dan Pancasila Jadi Dasar

Kamis, 23 April 2026 | 4/23/2026 12:31:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-23T05:31:06Z
ASN Sampang, Misradin, viral usai umumkan pindah dari Islam ke penghayat kepercayaan/kejawen di depan Dukcapil. Perubahan resmi tercatat di KTP.  Keputusan pribadi ini berdasar pesan leluhur untuk ahli topo/tirakat sesuai Pancasila dan UUD 1945, dengan ajaran welas asih ke semua makhluk. Langkahnya dilindungi UUD 1945 soal kebebasan berkeyakinan selama jaga Bhineka Tunggal Ika dan ketertiban.

SAMPANG, liputan12.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sampang bernama Misradin menjadi sorotan publik setelah secara resmi menyampaikan pernyataan tentang perubahan status agama dari Islam menjadi penghayat kepercayaan/kejawen di hadapan Kantor Dukcapil Kabupaten Sampang pada Rabu (22/04/2026). Perubahan status ini telah tercatat secara resmi dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya, yang semula mencantumkan agama Islam kini diubah sesuai dengan keyakinannya.

Dalam pernyataan yang disampaikan kepada tim media DSI, Misradin menyatakan bahwa langkah ini merupakan keputusan yang muncul dari dalam hati yang paling dalam, tanpa ada unsur untuk mengajak atau mempengaruhi orang lain, terutama masyarakat Kabupaten Sampang. Sebagai warga negara Indonesia sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sampang, ia menegaskan bahwa keputusannya diambil dengan penuh kesadaran tanpa melibatkan pihak lain.

"Misradin juga menjelaskan bahwa alasan utama dia melakukan perubahan keyakinan adalah karena kepercayaannya kepada 'bengatoah/leluhur' yang, menurutnya, telah memberikan pesan tentang ketuhanan/tauhid untuk menjadikannya sebagai orang yang mahir dalam topo/tirakat berdasarkan dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NKRI) dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Pesan utama dari leluhurnya adalah bahwa orang yang selamat adalah orang yang memiliki jiwa yang luhur, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, serta memiliki welas asih terhadap sesama makhluk di bumi, tidak memandang perbedaan," jelasnya.

"Beliau berpesan agar tidak mengganggu hewan, tumbuhan, apalagi manusia karena semua itu selain dilindungi juga ada keajaiban yang melindunginya yaitu Tuhan semesta alam," tambahnya.

Menurut Misradin, sebelumnya dia telah diajarkan untuk mengenal (tretan ke empak kalewan beden) bahwa jika lebih mendalam maka pasti ada Tuhan yang memperkenalkan kekuasaan-Nya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya hingga menemukan sumber kehidupan melalui ajaran tretan ke empak kalewan beden. Setelah memahami ajaran tersebut akan diberikan pemahaman oleh Tuhan Yang Maha Esa tentang asal-usul kejadian manusia dari mana, hidup untuk apa, dan setelah mati akan kemana," ujarnya.

"Dulu saya diperintahkan oleh orang tua untuk menghadap Tuhan yang ada di sila pertama. Karena tidak ada seorang pun yang dapat mengenal sumber kehidupan ini tanpa melalui pertapaan untuk mendapatkan pelajaran secara langsung dari sumber kehidupan yang disebut guru batin/guru sejati yang melalui ajaran (tretan ke empak kauleh) maka setelah mengenal ajaran tersebut maka keselamatan ada pada dirinya selama alam masih ada," pungkasnya.

Keputusan ini menjadi perhatian masyarakat karena sesuai dengan UUD NKRI yang menjamin kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama atau keyakinan sesuai dengan hati nuraninya, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Bhineka Tunggal Ika dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat serta kesatuan bangsa.


Penulis : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update