Kuningan, Liputan12.com – Dalam upaya menegakkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdaya guna, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Service Excellent” yang diikuti seluruh jajaran pegawainya. Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, di lingkungan Lapas, bekerja sama dengan tim dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kabupaten Kuningan, sebagai bagian dari usaha memperkuat fondasi pelayanan berbasis profesionalisme dan keramahan.
Dalam nuansa penuh haru dan semangat, pelatihan ini dimulai pukul 09.00 WIB, di mana para peserta, mulai dari Kepala Lapas, pejabat struktural, petugas layanan kunjungan, hingga peserta program magang, berkumpul menyatu dalam satu tekad memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah langkah nyata menata kembali layanan publik agar mampu menyentuh hati nurani masyarakat yang membutuhkan. Pelatihan ini menjadi sebuah usaha untuk menyempurnakan pelaksanaan tugas, menggugah nurani dalam menyampaikan pelayanan yang tulus dan penuh dedikasi.
Agenda diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Lapas Kuningan, Sukarno Ali, yang menyampaikan bahwa setiap insan pegawai adalah pelita dalam kegelapan pelayanan. Ia menegaskan, bahwa langkah ini adalah bagian dari perjalanan panjang menegakkan tugas mulia dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Kemudian disusul dengan sambutan dari perwakilan tim BRI Kabupaten Kuningan, yang menyemangati agar para peserta mampu menebar kebaikan dan keikhlasan dalam setiap langkah pelayanan.
Dalam pelatihan ini, para peserta dihadapkan pada makna mendalam tentang Service Excellent, yang menekankan sikap ramah tamah seperti senyum yang mampu menyentuh relung hati, komunikasi efektif layaknya nyanyian indah yang menyatukan rasa, dan profesionalisme yang bagaikan talib yang menahan agar tidak tergelincir dari jalan kebenaran. Mereka diajarkan bahwa keberhasilan pelayanan bukan sekadar memberi jawaban, tetapi menyusun kasih dalam setiap kata dan tindakan, bahwa etika pelayanan adalah cermin iman yang mencerminkan nurani yang bersih dari noda. Responsivitas yang tinggi diharapkan menjadi peribahasa kehidupan yang selalu siap mengulurkan tangan, menyambut setiap panggilan keadilan dan kebaikan.
Pelatihan ini diibaratkan sebagai lompatan besar menuju peradaban pelayanan, di mana setiap insan di lingkungan Lapas mampu menjadi pelaku perubahan yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga menebar keberkahan melalui sikap tulus dan penuh empati. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini mampu melahirkan atmosfer pelayanan yang prima, transparan, dan berintegritas, sehingga menjadi panutan yang mampu menyentuh kalbu masyarakat dan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Sukarno Ali, dalam ungkapannya, menegaskan bahwa kemuliaan sebuah institusi terletak pada mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Ia menambahkan, bahwa upaya ini diibaratkan sebagai menanam benih kebaikan yang akan tumbuh berkembang menjadi pohon kebermanfaatan yang rindang dan memberi naungan untuk semua. “Dengan pelatihan ini, kami berharap seluruh pegawai semakin mencerminkan karakter profesional dan nurani yang bersih, sehingga mampu menyajikan layanan yang tidak hanya efisien tetapi juga menyentuh relung hati masyarakat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pelatihan berlangsung penuh semangat dan dikuti peserta dengan antusiasme yang menyala-nyala seperti bara yang membakar semangat mencipta karya terbaik. Ke depannya, Lapas Kuningan berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Sebab, perjalanan menuju pelayanan publik yang luhur bukanlah perjalanan sekali jalan, melainkan perjalanan panjang penuh tekad dan kesungguhan dalam menegakkan keadilan dan keikhlasan, agar setiap langkah menjadi cahaya yang menuntun masyarakat ke jalan kebahagiaan dan keberkahan.
(Bung Arya)
