Kabupaten Lima Puluh Kota, Liputan12.com – Genap satu tahun duet kepemimpinan Bupati H. Safni dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, yang akrab disapa pasangan SAKATO, menandai fase krusial dalam peletakan pondasi pembangunan berkelanjutan untuk lima tahun ke depan. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini bergerak cepat memetakan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan visi terwujudnya kabupaten yang maju dan mandiri.
Dalam tahun pertama kepemimpinannya, fokus pembangunan diarahkan pada sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kerakyatan. Perhatian khusus juga diberikan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penanganan kondisi sosial masyarakat, perlindungan pekerja rentan, serta penguatan aspek keagamaan.
Dedikasi Bupati H. Safni dalam mewujudkan visi pembangunan terlihat sejak awal masa jabatannya. Beliau secara intensif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, kementerian, lembaga terkait, serta anggota DPR RI asal Sumatera Barat. Komitmen ini bukan sekadar retorika, melainkan dibuktikan dengan langkah nyata yang menyoroti prioritas pembangunan di atas kepentingan pribadi. Sebuah gestur signifikan adalah penolakan Bupati dan Wakil Bupati untuk membeli mobil dinas baru senilai miliaran rupiah. Anggaran tersebut justru dialihkan secara berani untuk pengadaan alat berat eskavator, mengingat Lima Puluh Kota merupakan daerah rawan bencana alam. Keputusan ini mencerminkan prioritas pada mitigasi bencana dan efisiensi anggaran yang ketat.
Perjalanan bolak-balik ke Jakarta yang tak kenal lelah dilakukan Bupati H. Safni untuk meyakinkan pemerintah pusat mengenai potensi SDA dan SDM unggul yang dimiliki Kabupaten Lima Puluh Kota. Ia secara lugas menyampaikan kebutuhan mendesak terkait infrastruktur jalan, jaringan irigasi, normalisasi aliran sungai, serta pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota Kabupaten (IKK) Sarilamak. Kondisi jalan Payakumbuh-Lintau yang memprihatinkan juga menjadi salah satu agenda krusial yang diangkat.
Tak berhenti di sektor kesehatan dan infrastruktur, Bupati H. Safni juga membawa visi besar di bidang pendidikan. Rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat di Lima Puluh Kota digagas sebagai upaya menciptakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak daerah tanpa harus merantau jauh. "Kami ingin ada sekolah unggulan berskala nasional di daerah, agar anak-anak di Lima Puluh Kota dan sekitarnya punya akses pendidikan bermutu tanpa harus jauh ke luar provinsi. Kemudian Sekolah Rakyat, ini bukan sekadar ruang belajar, tapi ruang tumbuhnya harapan anak-anak yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal," jelas Bupati, menggambarkan komitmennya pada pemerataan pendidikan bermutu. Kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi juga menjadi bagian dari agenda pengembangan potensi daerah.
Untuk mewujudkan berbagai usulan tersebut, Bupati H. Safni membangun komunikasi intensif dengan berbagai kementerian, termasuk Pekerjaan Umum (PU), Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Keluarga Berencana (KB), Kesehatan, Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Ia juga berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, Letnan Jenderal (Purn.) Anto Mukti Putranto, di Kompleks Istana Kepresidenan. Selain itu, komunikasi juga terjalin erat dengan anggota DPR RI dari berbagai komisi, seperti Komisi IV (Cindy Monica Salsabila, Alex Indra Lukman), Komisi XII (Mulyadi), Komisi V (Zigo Rolanda), Komisi IX (Ade Rizki Pratama), serta politisi senior Andre Rosiade dan Ketua DPD RI.
Kegigihan Bupati H. Safni Berbuah Manis, Kucuran Dana Miliaran Rupiah Mengalir ke Lima Puluh Kota
Upaya gigih Bupati H. Safni dalam "menjemput bola" pembangunan dari Pemerintah Pusat membuahkan hasil signifikan. Dana miliaran rupiah berhasil dialirkan ke Lima Puluh Kota, khususnya untuk rehabilitasi Daerah Irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres) 2/2025 yang dibiayai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Beberapa daerah irigasi yang mendapatkan perhatian meliputi Bandar Aur Duri dan Bandar Baru di Kecamatan Bukit Barisan; Bandar Gadang dan Bandar Kaludan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari; Empang Barobah di Kecamatan Akabiluru; serta Sawah Sibatu di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Tahap ketiga rehabilitasi juga menyasar empat lokasi penting: Daerah Irigasi Ampang Gadang di Kapur IX, Bandar Pulau di Taram Kecamatan Harau, Batang Kapohan di Nagari Kubang Kecamatan Guguak, dan Batang Tabik di Nagari Sungai Kumayang. Kucuran dana untuk empat lokasi terakhir ini mencapai Rp8,1 miliar.
Selain bantuan infrastruktur, dukungan untuk sektor pertanian juga mengalir deras. Melalui Anggota DPR RI Cindy Monica Salsabila, Bupati H. Safni berhasil mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung program ketahanan pangan. Bantuan bibit padi unggul juga disalurkan kepada masyarakat petani di Lima Puluh Kota. Dukungan pemerintah pusat ini diharapkan mempermudah petani dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka, mengingat mayoritas penduduk kabupaten ini bergerak di sektor pertanian seperti padi, aren, gambir, dan holtikultura.
Bupati H. Safni juga menunjukkan konsistensi perhatiannya terhadap budidaya perikanan air tawar, yang merupakan potensi besar Kabupaten Lima Puluh Kota di sektor perikanan. Beliau proaktif menjemput bibit ikan unggul langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Usulan Bupati terkait normalisasi aliran sungai kepada Kementerian PUPR juga mendapat respon serius. Upaya ini merupakan langkah antisipasi penting untuk mencegah banjir yang kerap melanda Lima Puluh Kota, yang sebelumnya menimbulkan kerugian materiil hingga puluhan miliar rupiah setiap tahunnya.
Pembangunan infrastruktur juga mendapat perhatian serius. Usulan pembangunan trotoar sepanjang 6 KM di IKK Sarilamak serta perbaikan jalan Payakumbuh-Lintau mendapat respon positif dari Menteri PUPR Dody Hanggodo. Bahkan, Menteri PUPR bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade sempat meninjau langsung kondisi jalan provinsi Payakumbuh-Lintau yang memprihatinkan. Kini, sebagian besar jalan provinsi tersebut telah mengalami perbaikan signifikan dan kembali mulus.
Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi, Bukti Penguatan Mental dan Karakter
Selain pembangunan fisik dan infrastruktur, pasangan SAKATO juga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun mental dan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Keberhasilan Kabupaten Lima Puluh Kota meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-41 di Bukittinggi menjadi bukti nyata bahwa program-program pendidikan karakter dan akhlak yang dijalankan berjalan sangat baik.
Pasangan SAKATO semakin memperkuat komitmennya dalam pembentukan karakter anak-anak Lima Puluh Kota melalui peluncuran program "SAKATO Mangaji". Program ini mewajibkan siswa sekolah untuk membaca Al-Qur'an selama 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai, menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Selain itu, program "SAKATOLIKO" (Sejahterakan Pekerja Kito Lima Puluh Kota) juga diluncurkan, yang berfokus pada jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan berisiko. Program ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan sosial pekerjanya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, melaunching Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai "The Central of Agro". Branding daerah ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat citra kabupaten sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri yang berbasis pada potensi lokal yang melimpah, sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi di sektor pertanian.
Satu tahun kepemimpinan pasangan SAKATO di Kabupaten Lima Puluh Kota telah diwarnai dengan berbagai capaian gemilang, baik dalam pembangunan fisik, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas SDM, maupun penguatan nilai-nilai keagamaan. Komitmen pada efisiensi anggaran dan pembangunan berkelanjutan menjadi pijakan kuat untuk lima tahun ke depan.
(Redaksi)
