- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkab Sampang Perkuat Modal UMKM dengan Dana Pinjaman Bergulir Senilai Rp 300 Juta

Minggu, 01 Maret 2026 | 3/01/2026 02:02:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T19:02:44Z

Sampang, Liputan12.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali menghadirkan program bantuan modal melalui dana pinjaman bergulir yang ditujukan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Program ini diharapkan mampu memberikan angin segar bagi para pengusaha kecil di Sampang yang tengah menghadapi tantangan terkait keterbatasan permodalan usaha.

Kabid Koperasi dan UM Diskopindag Sampang, Evi Hariati, mengungkapkan bahwa tahun 2026 ini Pemkab Sampang menyiapkan plafon dana pinjaman mencapai Rp 300 juta, sebagai bentuk dukungan nyata agar UMKM dapat menguatkan pondasi modalnya. “Program ini ditujukan khusus bagi usaha mikro dan kecil yang berada di akar rumput perekonomian lokal agar mereka bisa berkembang dan semakin produktif,” jelas Evi saat ditemui pada Sabtu (28/02/2026).

Evi menambahkan bahwa konsep pinjaman ini bersifat terbuka tanpa adanya batasan kuota peserta. Seluruh UMKM yang berminat untuk mengajukan dapat mengajukan secara fleksibel, selama memenuhi persyaratan administrasi dan melalui proses verifikasi lapangan yang ketat. “Peninjauan kelayakan dilakukan langsung oleh tim survei kami di lapangan untuk memastikan bahwa dana tersebut tepat sasaran dan dapat digunakan secara optimal,” tambahnya.

Proses seleksi yang ketat ini bertujuan untuk menilai secara menyeluruh potensi dan risiko usaha yang diajukan. Ini penting agar pinjaman yang diberikan benar-benar dapat mendukung usaha UMKM naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk maupun layanan mereka.

Sejalan dengan itu, manfaat dari program dana bergulir ini bukan hanya dari sisi nilai nominal saja, tapi juga kemampuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja seluas-luasnya di Kabupaten Sampang. “Melalui suntikan modal ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat meningkatkan produksi, memperluas jaringan distribusi, dan pada akhirnya membangun kemandirian ekonomi,” ujar Evi dengan penuh harapan.

Mengenai aspek pengelolaan keuangan, Evi menjelaskan bahwa bunga yang timbul dari pinjaman bergulir akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia menegaskan bahwa Pemkab Sampang tidak mengutamakan keuntungan dari program tersebut. “Tujuan utama kami ialah mendampingi UMKM agar tumbuh berkembang, bukan sekedar mengejar pemasukan PAD,” jelasnya.

Program ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di daerah, terutama di tengah situasi ekonomi yang menantang. Dukungan pemerintah melalui pembinaan dan pendanaan diharapkan dapat memacu inovasi, daya saing, serta keberlanjutan usaha mikro dan kecil di Sampang.

Dengan hadirnya dana pinjaman bergulir ini, para pelaku UMKM di Kabupaten Sampang mendapatkan kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka sehingga mampu berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Pemkab Sampang berkomitmen untuk terus memfasilitasi kemudahan akses modal dan membangun iklim usaha yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update