Sampang, Liputan12.com – Progres pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, saat ini sudah mencapai 75%. Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan tingkat kemandirian masyarakat melalui mekanisme koperasi yang berbasis gotong royong dan ekonomi kerakyatan. (Sabtu, 07 Maret 2026).
Masyarakat setempat sendiri cukup antusias dan penasaran mengenai manfaat serta tujuan utama dari keberadaan KDMP tersebut. Untuk memberikan penjelasan komprehensif, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamberu Barat, Islamanto Hasan menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat di Warkop98 milik Bapak Naweski, yang turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Tamberu Barat dan Sekretaris Desa (Sekdes), Sufyan Asy’ari. Tak hanya menjelaskan progres pembangunan, diskusi ini juga menyentuh gambaran besar visi dan misi dari keberadaan koperasi yang diharapkan mampu membawa manfaat ekonomi dan sosial secara nyata bagi seluruh warga desa.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPD secara rinci menyampaikan bahwa pembangunan KDMP memiliki tujuan utama dalam memperkuat ekonomi desa secara kolektif dan inklusif. Ia menegaskan bahwa koperasi ini dirancang tidak hanya sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai fondasi untuk membangun kekuatan sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan peluang usaha mandiri yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap luar desa.
Berikut adalah beberapa poin utama dari tujuan pembangunan KDMP yang dijabarkan secara rinci:
Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
– Mengoptimalisasi potensi desa seperti hasil pertanian, peternakan, dan sumber daya lokal lainnya agar ekonomi desa menjadi lebih dinamis dan berkelanjutan melalui koperasi.
Meningkatkan Kesejahteraan Warga
– Mengurangi kesenjangan ekonomi dengan memperluas akses permodalan yang terjangkau bagi masyarakat, sehingga seluruh warga bisa berpartisipasi aktif dan mandiri secara ekonomi.
Membuka Peluang Kerja dan Wirausaha
– Menyediakan peluang kerja, baik sebagai pengelola koperasi maupun tenaga kerja di berbagai unit usaha koperasi, sehingga menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan warga.
Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Dasar
– Menjadi penggerak ekonomi desa dengan menyediakan bahan pokok seperti sembako, gas, pupuk, serta layanan kesehatan (apotek dan klinik) dengan harga yang lebih bersahabat dan terjangkau.
Membangun Kemandirian dan Spirit Gotong Royong
– Melalui program swasembada pangan dan literasi keuangan, koperasi ini tidak hanya menjadi alat ekonomi tetapi juga sebagai wadah pendidikan masyarakat dalam kemandirian dan sikap saling membantu.
Sinergi dengan BUMDes dan UMKM
– Menjadi mitra strategis bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, sehingga ekosistem ekonomi desa semakin solid, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurut Ketua BPD, pengembangan KDMP tidak lepas dari arahan langsung dari Inpres No. 9 Tahun 2025 yang menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi motor utama pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Program ini diharapkan mampu memberi manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam hal peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan ketahanan pangan nasional.
Dengan telah mencapai 75% progres pembangunan, masyarakat Tamberu Barat berharap bahwa dalam waktu dekat gedung koperasi ini bisa segera difungsikan. Kehadiran KDMP diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberdayakan warga, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat fondasi ekonomi desa berbasis gotong royong. Secara keseluruhan, tujuan utama pembangunan ini adalah mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan mampu bersaing secara ekonomi di tingkat nasional, melalui penguatan ekonomi kerakyatan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.
(Hasan Basri)
