BATAM, Liputan12.com – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Kepri turut serta dalam Gerakan Pangan Murah Polri Serentak. Kegiatan nasional yang dimulai sejak Jumat (13/3/2026) ini dilaksanakan secara terpusat melalui zoom meeting, dengan kegiatan di wilayah Kepulauan Riau berpusat di MCC Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud sinergi antara Polri dengan Perum Bulog serta berbagai kementerian terkait, sebagai langkah proaktif pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi Polda Kepri, termasuk Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si. Turut hadir pula Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama Polda Kepri, serta perwakilan dari Pemerintah Kota Batam, termasuk Sekretaris Daerah Firmansyah, S.Sos., M.Si., Camat Sei Beduk Rifandi Malik, S.STP., M.URP., Kabag Perekonomian Kota Batam Firman Hidayat, S.E., M.M. Pihak mitra juga hadir, yakni Kepala Cabang Perum Bulog Batam Guido XL Pereira dan Ketua Asosiasi Distributor Kota Batam Aryanto, menandakan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Direktur Utama Perum Bulog dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Polri atas dukungannya terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan pelaksanaan kedua yang digelar bersama Polri, menunjukkan keberlanjutan komitmen ini setelah sukses pada tahun 2025. "Program ini diharapkan dapat memberikan stimulus kepada masyarakat, membantu menstabilkan harga pangan, serta meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya pada Senin (16/3/2026).
Kabar baik lainnya disampaikan terkait ketersediaan stok pangan nasional. Bulog memastikan bahwa stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat aman, mencapai sekitar 3,9 juta ton, dan diproyeksikan akan meningkat hingga lebih dari 4,2 juta ton pada akhir Maret 2026. Angka ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka pada periode bulan Maret, menjamin pasokan yang melimpah. Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis lainnya, seperti minyak goreng program Minyakita, gula, serta berbagai kebutuhan pokok penting lainnya yang didistribusikan ke seluruh penjuru negeri.
Wakapolri dalam arahannya secara nasional melaporkan bahwa Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan serentak oleh 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional terpusat di Polda Metro Jaya. Secara keseluruhan, dalam gerakan pangan murah kali ini disalurkan sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah, disertai pula dengan penyaluran kebutuhan pokok lainnya seperti gula, minyak goreng, tepung, dan berbagai bahan pokok penting lainnya.
Selain program pangan murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelayanan Bakti Kesehatan kepada masyarakat. Inisiatif ini menegaskan kepedulian Polri yang lebih luas dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan komitmen Polda Kepri untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan memastikan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Riau.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok pangan dalam kondisi aman. Polri bersama pemerintah dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan distribusi serta menjaga stabilitas harga di pasaran," tambahnya, seraya menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan terhadap spekulasi pasar.
Melalui sinergi antara Polda Kepri, pemerintah daerah, Perum Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan terkait, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah Kepulauan Riau.
Terpisah, Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengingatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, ingin memantau peta kerawanan, atau mengajukan pengaduan untuk segera menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam, atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store. Lebih lanjut, Kabidhumas Polda Kepri juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan QR Code Yanduan Bidpropam Polda Kepri sebagai sarana penyampaian pengaduan terkait pelayanan maupun perilaku anggota Polri di wilayah hukum Polda Kepri.
(Edo)
