Sampang, Liputan12.com — Di tengah samudra Ramadan yang syahdu, di tanah Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, terhampar permadani kebaikan yang ditebar oleh Madas DPAC Sokobanah. Pada sebuah senja yang dihiasi semburat jingga, sebuah aksi sosial menebar senyum di wajah para musafir jalanan. Sebanyak 250 bingkisan takjil nan manis, bagaikan tetesan embun penyejuk jiwa, dibagikan kepada setiap insan yang melintasi jalanan desa yang menjadi jantung kegiatan ini.
Langkah mulia ini tidaklah sendiri. Merangkai kebersamaan, acara ini dihadiri oleh sosok-sosok yang menggemakan semangat juang Madas. Sang Nahkoda Madas DPC Sampang, Umar Faruk, hadir menyertai sang penggerak di garis depan, Koordinator Lapangan (Korlap) Madas DPD Jawa Timur, Syafi'i Syaifullah. Kehadiran mereka bagaikan cahaya rembulan yang menerangi lautan semangat para anggota Madas DPAC Sokobanah, memeriahkan setiap sudut acara, dan menjadi saksi bisu dari gelombang kebaikan yang tercipta.
Sebelum jemari-jemari para relawan menyentuh setiap bingkisan takjil, jiwa-jiwa yang hadir diajak merenung dalam keheningan spiritual. Lantunan tawassulan, bisikan tahlil yang syahdu, dan doa-doa yang terpanjat penuh harap mengalun, membentangkan sayap ketenangan di udara. Ritual ini seolah menjadi jembatan antara bumi dan langit, mempersiapkan hati untuk menyambut momen berbagi yang sesungguhnya.
Selepas itu, para kesatria Madas DPAC Sokobanah bergerak laksana penari dalam kelembutan senja. Dengan senyum yang tak kalah manis dari takjil yang mereka bawa, setiap pengendara yang melintas di jalan raya Desa Tamberu Barat disambut hangat. Setiap bingkisan yang diserahkan adalah sebait harapan, seuntai doa agar puasa mereka terselubung dalam keberkahan dan berbuka dengan penuh kebahagiaan. Momen ini adalah perwujudan nyata dari semboyan 'berbagi takjil, berbagi rezeki', sebuah simfoni kemanusiaan di bulan yang mulia.
Ketika sang surya perlahan pamit dari peraduannya, meninggalkan semburat lembayung di ufuk barat, para peserta yang hadir tak lantas beranjak. Mereka berkumpul, menyatukan langkah dalam kehangatan buka puasa bersama. Di meja yang sama, terjalinlah simpul-simpul persaudaraan baru, mengikat hati dalam tawa dan cerita. Momen ini bukan sekadar mengisi perut yang kosong, namun juga mengisi relung hati yang rindu akan kehangatan sesama.
Imam Ali Haki, sang nahkoda di balik kemudi Madas DPAC Sokobanah, berdiri di hadapan jamaah, suaranya bergetar dalam haru. Ia memecah keheningan, menuturkan rasa syukur yang meluap di relung hatinya. "Terima kasih tak terhingga," ujarnya, suaranya lirih namun penuh makna, "kepada setiap tangan yang telah terulur, setiap hati yang telah terpanggil untuk menyukseskan acara mulia ini." Ia berharap, semoga tetes-tetes kebaikan yang telah disebarkan hari ini akan tumbuh menjadi pohon keberkahan yang rindang, memberikan naungan bagi masyarakat luas. Lebih dari itu, ia berharap agar semangat berbagi ini dapat terus menyala, menginspirasi insan lain untuk menabur kebaikan, serupa benih-benih harapan yang ditanam di ladang kemanusiaan.
(Redaksi)
