NGAWI, Liputan12.com – Proses evakuasi seorang korban yang ditemukan di bantaran sungai wilayah Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi berlangsung penuh tantangan dan dramatis, melibatkan aparat kepolisian bersama tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, serta warga setempat, pada hari Minggu siang (29/3/2026).
Kapolsek Paron AKP Moh Nur Haris Al., S.H., turun langsung memimpin jalannya evakuasi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dengan kondisi medan yang cukup terjal dan licin di sekitar aliran sungai akibat genangan air serta lumpur yang menutupi area sekitar, petugas harus bekerja ekstra hati-hati saat mengangkat korban menggunakan kantong jenazah menuju lokasi yang lebih aman dan dapat dijangkau kendaraan.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Paron AKP Moh Nur Haris Al., S.H., menyampaikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar meskipun tim gabungan dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan, termasuk akses yang terbatas dan kondisi cuaca yang mulai mendung saat evakuasi berlangsung.
“Identitas korban saat ini masih belum dapat dipastikan dengan pasti dan sementara disebut sebagai Mr X, berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun. Saat ini proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut masih sedang dilakukan oleh pihak berwajib, termasuk tim forensik yang telah mendatangi lokasi kejadian. Kami bersama tim gabungan berupaya maksimal agar korban dapat segera dievakuasi dengan aman dan diberikan pengobatan jenazah yang layak,” ujar AKP Haris saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim dengan debit air yang tidak menentu dan kondisi medan yang sering berubah akibat genangan air atau longsoran kecil yang mungkin terjadi.
“Kami mengingatkan seluruh warga masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat berada di bantaran sungai atau melakukan aktivitas di sekitar area perairan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, dan kami juga mengimbau agar tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu di dekat sungai saat kondisi air tinggi atau saat cuaca tidak mendukung,” tambahnya dengan nada penuh perhatian.
Sementara itu, salah satu saksi mata dari warga setempat, Ali Syifa Nur Wakit (35 tahun), mengungkapkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar saat ia sedang melakukan aktivitas di sekitar pinggir sungai pada pagi hari.
“Saya sedang berada di dekat sungai untuk memeriksa areal pertanian saya ketika melihat ada sesuatu yang mencurigakan terdampar di sekitar semak-semak di pinggir sungai. Setelah saya coba mendekati dengan hati-hati, ternyata adalah korban yang tidak bernyawa. Saya kemudian langsung memberitahu warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib melalui telepon darurat,” jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Paron, BPBD Kabupaten Ngawi, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Ngawi, serta warga sukarelawan telah bekerja sama secara sinergis selama proses evakuasi berlangsung. Korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan pihak kepolisian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ngawi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan lokasi kejadian, wawancara dengan saksi mata, serta pemeriksaan forensik terhadap korban. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera menghubungi pihak berwajib agar dapat membantu mempercepat proses penyelidikan.
Penulis : Redaksi
