Lamongan, Liputan12.com — Desa Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, mengambil langkah proaktif dalam memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangkit melalui unit usaha ayam petelur. Inisiatif ini merupakan respons cerdas pengelolaan dana desa yang salah satu prioritas utamanya adalah mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala Desa Blumbang, Sujiono, mengatakan program BUMDes Bangkit tahun ini difokuskan pada unit usaha ayam petelur sebagai produk unggulan. Pilihan tersebut didasarkan pada potensi lokal desa serta kebutuhan pasar yang stabil. “Tujuan utama dari program BUMDes Ayam Petelur adalah membantu ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Sujiono menegaskan bahwa kehadiran unit usaha ayam petelur ini tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan, tetapi juga sebagai langkah menciptakan lapangan kerja sekaligus memastikan ketersediaan pasokan protein hewani di tingkat lokal. Dengan demikian, warga desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga menjadi subjek ekonomi yang berdaya.
Program ini juga sejalan dengan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto tentang penguatan ekonomi desa dan kedaulatan pangan yang berbasis pada potensi lokal. Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa, dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Blumbang berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Desa Blumbang sendiri telah melaksanakan berbagai inisiatif ketahanan pangan, termasuk pemanfaatan pekarangan rumah. Kehadiran BUMDes Bangkit sebagai wadah usaha yang lebih terstruktur dan berkapital menjadi langkah maju untuk menerapkan proyek skala besar secara efektif dan transparan. Keberhasilan program ini akan menjadi tolak ukur penting pengelolaan dana desa.
Sujiono, yang juga menjabat Ketua DPP PKDI Lamongan, berharap BUMDes tidak hanya fokus pada usaha ayam petelur, tapi akan merintis unit usaha lainnya di masa depan. “Kunci keberhasilan adalah kolaborasi aktif antara aparat pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan seluruh elemen masyarakat. Motivasi bersama yang kuat diharapkan dapat menggerakkan profesionalisme dan akuntabilitas pengurus,” ungkapnya.
Direktur BUMDes Bangkit, Jafar Setiawan, menambahkan bahwa pengembangan BUMDes merupakan strategi nasional dalam mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Usaha ayam petelur dipilih karena permintaannya stabil dan mampu memberikan pendapatan rutin bagi desa.
Saat ini, usaha peternakan ayam petelur yang dikelola bersama pengurus BUMDes sudah mampu menghasilkan sekitar 344 butir telur setiap hari dari 540 ekor ayam yang baru masuk kandang dalam satu bulan lebih. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa program tersebut berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi ekonomi positif bagi Desa Blumbang.
Inisiatif BUMDes Bangkit Desa Blumbang membuktikan bahwa dengan pengelolaan dana desa yang tepat dan visioner, desa dapat menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan secara berkelanjutan melalui pemanfaatan potensi lokal yang ada.
(Ther)
