JATINEGARA, Liputan12.com – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, secara simbolis menyerahkan 103 unit kunci hunian sementara (huntara) tahap pertama kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Penyerahan ini merupakan bagian dari program pembangunan total 456 unit huntara yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai upaya percepatan penanganan pascabencana.
Kegiatan penyerahan kunci ini dilaksanakan bersamaan dengan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada warga terdampak. Setelah lebih dari satu bulan tinggal di posko pengungsian, para warga kini selangkah lebih dekat untuk kembali menempati hunian yang lebih layak dan aman.
Dalam sambutannya, Bupati Tegal menekankan bahwa pembangunan huntara ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit. "Ini adalah bukti komitmen Pemkab Tegal untuk hadir dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Kami ingin memastikan warga tetap terlindungi dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang," ujar Bupati.
Bupati Ischak Maulana Rohman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Capar yang telah memberikan izin pemanfaatan tanah bengkok desa sebagai lokasi pembangunan huntara. Beliau menjelaskan bahwa beberapa opsi lokasi sebelumnya belum dapat digunakan karena pertimbangan aspek keamanan dan belum terpenuhinya rekomendasi teknis yang diperlukan.
Secara santai namun penuh kehangatan, Bupati menyampaikan bahwa untuk sementara waktu, para warga akan menjadi "warga Capar dulu", sebuah pernyataan yang disambut dengan gelak tawa dan keakraban oleh masyarakat, mencerminkan kedekatan antara pemerintah daerah dan warganya.
Selain pembangunan hunian sementara, Pemerintah Kabupaten Tegal juga memberikan dukungan bantuan sosial bagi warga terdampak. Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), disalurkan santunan senilai Rp450 juta kepada 900 kepala keluarga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana.
Huntara yang diserahkan pada tahap pertama ini telah dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai, meliputi sistem sanitasi yang baik, akses air bersih yang lancar, pasokan listrik, serta fasilitas sosial seperti tempat ibadah (masjid). Lokasi pembangunan huntara juga telah melalui kajian mendalam terkait aspek keamanan dan kemudahan akses bagi para penghuninya.
Salah seorang penerima bantuan, Windi, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah. Ia menyampaikan bahwa keberadaan huntara ini sangat membantu keluarganya, terutama dalam menciptakan kenyamanan dan menjaga privasi yang sebelumnya terbatas di posko pengungsian. "Alhamdulillah, senang sekali bisa menempati huntara. Daripada tinggal di posko pengungsian, sekarang sudah punya ruang sendiri untuk keluarga, apalagi sebentar lagi memasuki Lebaran," tuturnya penuh rasa syukur.
Meskipun demikian, Windi juga menyuarakan harapan agar pembangunan fasilitas kamar mandi yang lebih dekat dengan unit hunian dan penyempurnaan aliran listrik di beberapa titik dapat segera direalisasikan. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi warga terdampak hingga proses pemulihan berjalan optimal dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri serta berkelanjutan. Penyerahan tahap pertama ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Tegal dalam menangani dampak bencana secara komprehensif.
(Ag)
