- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

HAUL BUJUK MUROKKIBAN KE-XVI BERLANGSUNG KHIDMAT: KH Anisurrohman Ingatkan Jangan Pelit Bersedekah & Tetap Dekat dengan Ulama

Sabtu, 30 Mei 2026 | 5/30/2026 07:47:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T00:47:55Z

SAMPANG, Liputan12com - Rangkaian kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Desa Daleman kembali digelar dengan meriah dan penuh keberkahan. Haul Bujuk Murokkiban yang ke-XVI resmi dilaksanakan pada Jumat malam, bertepatan dengan tanggal 12–13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 29 Mei 2026 Masehi, dimulai pukul 18.30 WIB tepat setelah selesainya sholat Maghrib. Acara yang penuh berkah ini bertempat di Kampung Telaga, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Memasuki tahun ke-16 penyelenggaraannya, acara haul yang telah menjadi tradisi tahunan ini semakin menjadi agenda rutin yang dinanti-nantikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga menarik perhatian para ulama, tokoh masyarakat, dan simpatisan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang bahkan hingga Kabupaten Bangkalan. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar, aman, tertib, dan diwarnai oleh kekompakan luar biasa dari setiap elemen yang turut hadir dan berkontribusi.

Puncak acara diisi dengan pengajian akbar yang disampaikan langsung oleh ulama kharismatik dari Kecamatan Blega, Bangkalan, KH. Anisurrohman. Dalam ceramahnya yang penuh hikmah dan menyentuh hati seluruh jamaah yang hadir, beliau menyampaikan pesan utama yang menjadi pijakan penting dalam kehidupan beragama: “Jangan pernah pelit atau kikir untuk bersedekah.”

Beliau menegaskan bahwa sedekah bukan hanya sekadar memberikan sebagian harta, melainkan menjadi jalan untuk memuliakan harta yang dimiliki serta diri sendiri. Hal ini semakin berharga jika sedekah disalurkan untuk kepentingan agama, seperti dalam rangka kelancaran acara haul, maupun untuk kebaikan umum lainnya. Menurut beliau, harta yang disedekahkan dengan ikhlas tidak akan pernah berkurang, justru akan tumbuh berkah dan nilainya akan menjadi abadi di sisi Allah SWT.



Tak hanya membahas tentang pentingnya bersedekah, KH. Anisurrohman juga mengingatkan agar seluruh umat Islam senantiasa menjaga hubungan baik, mendekatkan diri, dan jangan sampai menjauh dari para Kiai serta Alim Ulama. Menurut beliau, keberadaan ulama adalah warisan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, mereka adalah penerang jalan menuju kebenaran, dan kelak di hari akhir nanti, merekalah yang akan memberikan syafaat serta pertolongan bagi umatnya yang setia mengikuti jejak kebaikan dan mengamalkan ajaran agama.

Acara keagamaan yang penuh berkah ini turut dimeriahkan dan dihadiri langsung oleh para tokoh ulama besar dari daerah sekitar, antara lain KH. Ma’ali Zain (Pengasuh Pondok Pesantren Gedangan Daleman), KH. Abd. Wahhab Zain, serta KH. Ali Ma’shum Zain. Kehadiran para sesepuh agama ini semakin menambah khidmat dan kehormatan bagi acara haul yang telah menjadi ikatan spiritual bagi masyarakat Desa Daleman dan sekitarnya. Selain itu, hadir pula para tamu undangan khusus, seluruh anggota Jam’iyah Muthi’in Mukhlisin Pondok Pesantren Gedangan, warga Kampung Telaga Desa Daleman, serta masyarakat yang datang dengan antusias dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Kedungdung.

Mewakili panitia pelaksana, Ustadz Muktasim Ali menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua koordinator, seluruh anggota panitia, serta masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan penuh. Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan atas segala jerih payah, pengorbanan waktu, tenaga, dan upaya maksimal yang telah dilakukan oleh setiap pihak demi mensukseskan acara haul malam itu.

“Kami juga dengan rendah hati memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam proses persiapan maupun pelaksanaan acara terdapat kekurangan, keterbatasan, atau hal yang kurang berkenan dari segi apapun. Semoga di tahun-tahun mendatang, semangat kita untuk menyelenggarakan acara ini semakin bertambah besar, jangan sampai merasa bosan atau jenuh. Karena haul ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi wujud cinta dan penghormatan kita kepada leluhur serta bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai agama yang telah kita junjung tinggi,” ujar Ustadz Muktasim Ali dengan penuh rasa syukur.

Acara Haul Bujuk Murokkiban ke-XVI ini dikelola oleh kepanitiaan yang solid dan bertanggung jawab, dengan susunan pengurus yang telah bekerja sama dengan baik, yaitu:

- Ketua Panitia: Ustadz Ach. Siri

- Sekretaris: Ustadz Moh. Rous

- Majelis Keluarga: Ustadz Qurdi Nor

Berakhirnya rangkaian kegiatan Haul Bujuk Murokkiban ke-XVI ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap warga yang turut hadir. Acara ini bukan hanya sekadar tradisi ziarah atau peringatan tahunan, melainkan menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama, mengingat kembali kewajiban untuk selalu bersedekah, serta menegaskan kembali komitmen seluruh masyarakat untuk senantiasa berada di jalan yang dicanangkan oleh para ulama dan senantiasa mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.


@gus mandie

×
Berita Terbaru Update