-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sokobanah Bergejolak: Masyarakat dan Tokoh Agama Bersatu, Tolak Mutasi Kapolsek IPTU Sujiyono!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 1/10/2026 08:46:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-10T13:46:00Z

 


Sokobanah, Sampang - Gelombang penolakan melanda Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menyusul kabar rencana mutasi yang menimpa Kapolsek IPTU Sujiyono S.H. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aktivis, hingga organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Persatuan Ulama dan Tokoh Kecamatan Sokobanah (PERKASA), menyatakan sikap tegas menolak rencana tersebut.

 

Aspirasi penolakan ini diwujudkan dalam surat resmi bernomor 002/PERKASA/SP/l/2026 yang ditujukan langsung kepada Kapolda Jawa Timur pada Jumat (02/01/2026). Langkah ini merupakan bentuk respon spontanitas masyarakat atas kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban jika IPTU Sujiyono digantikan.

 

Alasan penolakan ini sangat kuat dan didasari oleh fakta kinerja IPTU Sujiyono selama menjabat sebagai Kapolsek Sokobanah. Masyarakat menilai bahwa IPTU Sujiyono telah berhasil mengubah wajah Sokobanah yang dulunya dikenal sebagai "zona merah" dengan berbagai aktivitas ilegal seperti sabung ayam, balap liar, perjudian, dan peredaran narkoba, menjadi wilayah yang aman, kondusif, dan nyaman bagi seluruh warga.

 

Keberhasilan ini bukan hanya klaim semata, melainkan dibuktikan dengan minimnya gesekan horizontal di masyarakat, meningkatnya kesadaran hukum, serta menurunnya angka kriminalitas secara signifikan. Bahkan, pada saat pelaksanaan Pilkada 2024 yang lalu, Sokobanah berhasil menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban tanpa ada insiden berarti.

 

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa kehadiran IPTU Sujiyono sangat krusial, terutama di tengah masa transisi menuju Pilkada serentak di Kabupaten Sampang dalam waktu dekat. Masyarakat khawatir jika mutasi tetap dilakukan, maka pola komunikasi yang telah terjalin baik antara kepolisian dan masyarakat akan terputus, sehingga memicu potensi kerawanan sosial dan gangguan keamanan.

 

"IPTU Sujiyono dikenal sebagai sosok yang ramah, responsif terhadap keluhan masyarakat, dan sangat menghargai kearifan lokal. Pendekatan humanis dan dialogis yang beliau terapkan telah berhasil membangun kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan," ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

 

Ketua PERKASA, KH. Fathor Rohman, didampingi Sekretaris KH. Misbahul Munir Al-Husainy, serta perwakilan dari berbagai organisasi besar seperti FPI dan MWCNU, dengan tegas menyatakan bahwa kepemimpinan IPTU Sujiyono diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang kelompok, agama, suku, maupun golongan.

 

Dalam surat tembusan yang dikirimkan kepada Kapolri dan Kapolres Sampang, masyarakat Sokobanah dengan penuh harapan memohon agar Polri mempertimbangkan kembali rencana mutasi tersebut demi menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Sokobanah masih menunggu respon dan kebijakan bijaksana dari jajaran Polda Jawa Timur.

×
Berita Terbaru Update