Kabupaten Cirebon, Liputan12.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, memperingati Hari Amal Bhakti yang ke-80. Menggelar upacara di lapangan SepakBola Ranggajati Sumber, Jalan Sunan Malik Ibrahim kelurahan Gunung Sumber Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Sampang Jawa Barat. Pada hari Sabtu (03/01/2026) pagi.
Dilanjut dengan penyerahan tropi hadiah buat para pemenang lomba dalam memeriahkan puncak peringatan HAB, serta penanaman pohon secara simbolis di halaman kantor kemenag kabupaten cirebon oleh Bupati, Ketua MUI, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon dan Plt. Kepala Kemenag kabupaten Cirebon, H.Slamet, S.Pd.,M.Ag.
Hadir dalam upacara akbar HAB Kemenag kabupaten cirebon, forum komunikasi pimpinan daerah beserta ketua badan pengawas pemilu, serta Ketua MUI dan Ketua PCNU Kabupaten cirebon.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon H. Slamet, S.Ag.,M.Pd., menyampaikan tema puncak peringatan HAB ini adalah Eko-teologis Kementerian Agama.
Inisiatif penanaman pohon ini didasari oleh semangat eko-teologis dan kepedulian terhadap isu banjir yang saat ini melanda berbagai wilayah.
Kementerian agama ingin berpartisipasi dalam dua hal tersebut: menciptakan lingkungan yang asri serta berperan aktif dalam mencegah bencana banjir.
Oleh karena itu, tahun ini ia mengimbau agar karangan bunga diganti dengan pemberian pohon.
Pohon-pohon yang terkumpul ini nantinya akan kami distribusikan kembali dan diserahkan ke pesantren atau madrasah yang memiliki lahan untuk menanamnya.
Secara kelembagaan, merasa wajib untuk menciptakan lingkungan yang asri. Hingga hari pertama, sudah terkumpul sekitar 70 pohon dari beberapa madrasah.
Jumlah ini memang belum maksimal karena imbauannya baru disampaikan, namun jika seluruh pihak terlibat, jumlahnya tentu akan jauh lebih banyak.
Gagasan ini muncul dari program asta protas kementerian agama, di mana salah satu fokusnya adalah eko-teologis.
"Kami meyakini bahwa di mana pun Kementerian Agama berada, kami harus mampu menciptakan lingkungan yang asri," ujar H. Slamet.
Tanaman dan lingkungan adalah sesama makhluk ciptaan yang harus kita sayangi. Selama ini kerusakan lingkungan sering kali disebabkan oleh manusia, sehingga kini menjadi kewajiban kita untuk menjaganya agar tetap asri dan terhindar dari banjir.
Komitmen ini bukan hanya dilakukan saat momentum Hari Amal Bakti saja, melainkan akan terus berkelanjutan.
Bahkan, komitmen terhadap eko-teologis ini sudah kami mulai sejak satu tahun yang lalu demi menyukseskan program asta protas.
"Kami berharap langkah ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon. Berkaca dari daerah lain seperti Aceh atau Sumatera yang mengalami banjir akibat hutan gundul, kita harus sebagai daerah resapan air," pungkasnya.
Bung Arya