![]() |
| Semangat Pertandingan dan Salam Olahraga |
Sampang, Liputan12.com — "Semangat juang, kekuatan tim, dan kesabaran adalah kunci kemenangan, Pada malam hari tanggal 09 Maret 2026, Lapangan Bola Volly Revolta yang terletak di Dusun Buk Batang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, kembali menghadirkan lanjutan acara yang diminati oleh masyarakat setempat dan sekitarnya. Turnamen Ramadhan Cup Jilid 4 berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan, diikuti oleh 24 club dari berbagai wilayah yang menunjukkan eksistensi olahraga sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal. Bukan hanya sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi momentum yang memperkokoh ukhuwah dan rasa persaudaraan antar seluruh lapisan masyarakat.
Dalam suasana yang tetap penuh keceriaan dan makna mendalam di tengah bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan ini menyatukan berbagai golongan tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi. Ketua pelaksana, Ricky, yang dikenal sebagai sosok energik dari komunitas olahraga di daerah ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan untuk memperkuat solidaritas dan mempererat ukhuwah umat Islam. “Seperti kata mutiara, ‘Sesungguhnya hati yang bersih lah yang menjadikan kita mampu bersatu, dan kebersamaan adalah kekuatan yang mampu mengatasi segala rintangan,’” ujarnya penuh semangat, menegaskan bahwa olahraga dan keimanan bisa berjalan seiring sejalan di bulan penuh berkah ini.
Selain pertandingan yang sengit dan penuh sportivitas, perjalanan turnamen ini juga didukung oleh dorongan penuh dari Ibu Dalipah, pemilik lapangan sekaligus tokoh masyarakat yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk dalam pengembangan organisasi Muslimah NU, serta pengabdiannya di BPD dan PKK. Dalam wawancara bersama awak media, Dalipah mengungkapkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk mengingatkan bahwa kekuatan bangsa terletak pada gotong royong dan keberagaman.
Dalipah menyampaikan bahwa salah satu misi utama dari turnamen ini adalah sebagai wahana memperkuat ukhuwah islamiyah dan persaudaraan. “Seperti kata mutiara, ‘Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,’” ujarnya menirukan pepatah, menegaskan pentingnya kebersamaan dan saling pengertian dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia menambahkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat tolong-menolong, memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sesama, serta memupuk jiwa kebersahajaan.
Selain mempererat silaturahmi, acara ini memiliki makna penting sebagai pelestarian budaya lokal yang bersemi di tengah masyarakat. Dalipah menegaskan bahwa kegiatan ini adalah simbol menjaga tradisi kekeluargaan, rasa kebersamaan, dan identitas daerah. “Seperti kata mutiara, ‘Kebersamaan adalah kekayaan yang tak ternilai harganya,’” ucapnya. Turnamen ini membuka kesempatan seluruh lapisan masyarakat untuk hadir sebagai penonton dan supporter, memperlihatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang mampu menyatukan seluruh warga dalam satu nafas kebersamaan.
Sementara itu, Ricky menambahkan bahwa olahraga bola voli di bulan Ramadhan ini tidak sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga memberi pengalaman spiritual dan memperkuat ikatan kekeluargaan. “Ini menunjukkan bahwa semangat berkompetisi dan beribadah dapat berjalan bersamaan, seperti halnya sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Sesungguhnya orang berilmu dan orang yang beriman adalah saudara,’” katanya penuh makna, menyiratkan bahwa iman harus diiringi dengan amal dan semangat berbuat baik melalui olahraga dan kegiatan positif lainnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti di malam ini, tetapi menjadi momentum yang terus membangun kekuatan kolektif dan memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat. Dengan kekompakan peserta dan antusiasme penonton yang datang dari berbagai lapisan sosial, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kekayaan bangsa Indonesia terletak pada keberagaman dan rasa persaudaraan. Ia juga menjadi pengingat bahwa sesungguhnya, sejauh mana kita mampu menyatukan hati dan mengukir solidaritas, di situlah kita menemukan makna sejati dari keberkahan bulan suci yang penuh cahaya dan harapan.
“Jadikanlah kebersamaan ini sebagai jalan meniti keberhasilan, dan persaudaraan sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat dan beriman,” tutupnya penuh harap dan doa, menyentuh hati setiap peserta dan penonton yang hadir.
(Redaksi)
