-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inovasi Kerapan Kambing Tunggal Gemparkan Paniniran: Tradisi Madura Berpadu Kreativitas, Semangat Warga Tamberu Barat Menginspirasi!

Minggu, 25 Januari 2026 | 1/25/2026 02:16:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-25T07:16:49Z

Sampang, Liputan12.com - Suasana Dusun Paniniran, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, benar-benar berbeda dari biasanya. Sorak sorai penonton, derap kaki kambing, dan aroma khas Madura bercampur menjadi satu dalam gelaran kerapan kambing. Namun, kali ini bukan kerapan kambing biasa, melainkan kerapan kambing tunggal yang tengah menjadi trendsetter di kalangan masyarakat.

Acara yang digagas oleh Bapak Muarip dan mendapatkan dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat, Aries Awan Hasan, ini menjadi bukti bahwa tradisi dapat berpadu dengan inovasi, menghasilkan sesuatu yang unik dan menarik. Kerapan kambing tunggal ini menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi warga Paniniran, tetapi juga bagi masyarakat dari desa-desa tetangga.

Agus Tomi, Apel Dusun Paniniran, dengan antusias menjelaskan kepada awak media mengenai latar belakang munculnya ide kerapan kambing tunggal ini. Menurutnya, inovasi ini berawal dari tingginya minat masyarakat terhadap kerapan kambing, namun terkendala oleh keterbatasan jumlah kambing yang dimiliki.

"Kami melihat banyak warga yang ingin ikut kerapan kambing, tapi tidak punya sepasang kambing yang siap untuk dilombakan. Dari situlah muncul ide untuk membuat kerapan kambing tunggal," terang Agus Tomi.

Ide tersebut ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Terbukti, dalam gelaran kerapan kambing tunggal perdana ini, tercatat 128 peserta lokal yang turut ambil bagian. Mereka datang dengan membawa kambing terbaiknya, siap untuk beradu kecepatan dan meraih gelar juara.

Lebih lanjut, Agus Tomi juga mengungkapkan bahwa kesuksesan kerapan kambing tunggal ini tidak membuat mereka berpuas diri. Rencananya, mereka akan menggelar acara yang lebih besar dengan format kerapan kambing gabungan dari berbagai daerah, yang dikenal dengan sebutan Gubeng Kerapan Kambing.

"Kami ingin menjadikan Paniniran sebagai pusat kerapan kambing di Madura. Kami akan terus berinovasi dan berkreasi untuk mengembangkan tradisi ini," tegas Agus Tomi.

Semangat warga Desa Tamberu Barat dalam melestarikan dan mengembangkan tradisi kerapan kambing ini patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya piawai dalam kerapan kambing tunggal, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam lomba-lomba kerapan kambing di luar wilayah, termasuk Sumenep dan daerah lain di luar Madura. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi kerapan kambing bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga menjadi identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Madura.

Kerapan kambing tunggal, meskipun berbeda dari kerapan kambing tradisional yang menggunakan sepasang kambing, tetap menyajikan tontonan yang memukau. Dalam kerapan ini, seekor kambing yang telah dilatih sedemikian rupa ditarik oleh seorang joki yang lincah dan terampil untuk beradu kecepatan di lintasan pacuan. Kecepatan, kelincahan, dan kekompakan antara joki dan kambing menjadi kunci utama untuk meraih kemenangan.

Selain menjadi ajang hiburan, kerapan kambing tunggal juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Para peserta dan penonton datang dari berbagai kalangan, saling berinteraksi, dan berbagi kebahagiaan. Acara ini juga menjadi ajang promosi bagi para peternak kambing lokal, yang berkesempatan untuk memamerkan dan menjual kambing-kambing unggulan mereka.

Aries Awan Hasan, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif warga Paniniran dalam mengembangkan tradisi kerapan kambing. Ia berharap agar kegiatan ini dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kami berharap agar kerapan kambing tunggal ini dapat menjadi ikon baru bagi Desa Tamberu Barat dan dapat menarik wisatawan untuk datang ke sini," ujar Aries Awan Hasan.

Keberhasilan kerapan kambing tunggal di Paniniran ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Madura untuk mengembangkan potensi budaya lokal mereka. Tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, menghasilkan sesuatu yang unik dan bermanfaat bagi masyarakat. Semangat warga Tamberu Barat dalam melestarikan budaya Madura patut dijadikan contoh dan teladan bagi generasi muda.


#Agus Tomi

×
Berita Terbaru Update