INHIL-Kondisi jalan menuju Pondok Pesantren Al-Masyhad dan Rumah Tahfiz Qur’an Al-Munawwir di Jalan Pekan Arba, Gg Pekan Raya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Padahal, akses tersebut sangat vital bagi aktivitas santri dan tenaga pengajar.
Pantauan media ini di lapangan, jalan sepanjang ±250 meter itu masih berupa tanah tanpa campuran pengerasan. Saat kondisi kering, jalan terlihat seolah masih cukup baik. Namun ketika hujan turun, tanah langsung berubah menjadi becek dan sangat licin, bahkan disebut licin minta ampun, sehingga membahayakan santri yang melintas, terlebih saat genangan air muncul di beberapa titik.
Salah seorang guru Ponpes Al-Masyhad mengungkapkan, kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan pihak pondok.Kalau hujan, santri terpaksa angkat celana karena jalan becek. Sangat menyulitkan, apalagi bagi anak-anak,ujarnya.Ia menambahkan, mayoritas santri merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu.Seluruh santri digratiskan biaya pendidikan
Sementara itu, Raja Asmadi dari pihak pondok berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Inhil segera memberikan perhatian.Jalan lain di sekitar sini sudah bagus, sementara akses ke pondok kami masih rusak, padahal lokasinya dekat pusat Kota Tembilahan, katanya, Kamis (29/1/2026).
Ia juga menegaskan, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut kemaslahatan umat.Membantu membangun jalan untuk santri, khususnya santri yatim dan kurang mampu, ibarat memudahkan jalan mereka menuntut ilmu. Jalan ini kami anggap seperti jalan siratal mustaqim, manfaatnya bukan hanya di dunia, tetapi juga sampai ke akhirat, tambahnya.
Pimpinan Ponpes Al-Masyhad, Ustaz Ahmad Munawir Firdaus, menjelaskan bahwa pondok pesantren tersebut didirikan bersama keluarga dan rekan-rekan seperjuangan untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu.Jalan ini sangat penting bagi aktivitas santri dan guru.
Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah daerah maupun DPRD Inhil, tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, akses jalan menuju Ponpes Al-Masyhad dan Rumah Tahfiz Qur’an Al-Munawwir masih belum tersentuh pembangunan dan terus menjadi keluhan masyarakat serta pihak pondok pesantren
Sahroni
