-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konser Amal di Sampang Dikecam FPI: Habib Abdurrahman Al Khierid Soroti Waktu yang Tidak Tepat dan Potensi Pelanggaran Nilai Agama

Jumat, 30 Januari 2026 | 1/30/2026 04:07:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T09:07:18Z

 

Sampang, Liputan12.com - Rencana konser amal bertajuk "Irama Peduli Nusantara" yang akan menghadirkan penyanyi Valen dari Akademi 7, dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 di lapangan Kerapan Sapi Pangarengan, Kabupaten Sampang, menuai kontroversi. Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Sampang secara tegas menyatakan penolakannya terhadap acara tersebut, dengan alasan waktu penyelenggaraan yang dianggap kurang tepat dan potensi pelanggaran terhadap nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Sampang.

Habib Abdurrahman Al Khierid, Ketua Umum FPI Sampang, menyampaikan pernyataan resmi yang berisi penolakan terhadap konser tersebut. Ia menjelaskan bahwa penolakan ini merupakan hasil diskusi mendalam dan kesepakatan bersama seluruh pengurus FPI Sampang, yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan keagamaan di Kabupaten Sampang.

"Kami, FPI Sampang, dengan suara bulat menolak penyelenggaraan konser ini. Kami meyakini bahwa konser ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kami perjuangkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat," tegas Habib Abdurrahman Al Khierid, dalam keterangan pers yang disampaikan pada Jumat (30/1/2026).

Habib Abdurrahman Al Khierid kemudian memaparkan dua alasan utama yang menjadi dasar penolakan FPI Sampang. Pertama, waktu pelaksanaan konser yang sangat dekat dengan bulan suci Ramadan dinilai tidak menghormati umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa. Ia menekankan bahwa bulan Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa keagamaan, seperti memperbanyak ibadah, tadarus Al-Quran, dan melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat.

"Menjelang Ramadan, seharusnya kita mempersiapkan diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, bukan malah menyelenggarakan konser yang berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam beribadah," ujarnya.

Alasan kedua, Habib Abdurrahman Al Khierid menyoroti tanggal 14 Februari yang identik dengan perayaan Valentine atau hari kasih sayang. Ia menilai bahwa perayaan Valentine merupakan tradisi yang berasal dari budaya Barat dan seringkali diwarnai dengan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan ajaran Islam, seperti pergaulan bebas dan perilaku konsumtif.

"Perayaan Valentine bukanlah bagian dari budaya kita. Perayaan ini justru seringkali menjerumuskan generasi muda ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama," tegasnya.

Habib Abdurrahman Al Khierid mengimbau kepada para penyelenggara konser dan pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan kembali rencana penyelenggaraan konser tersebut. Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah dan aparat keamanan untuk bersikap tegas dan bijaksana dalam menyikapi aspirasi masyarakat dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Sampang. Ia berharap agar segala bentuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan merusak moralitas masyarakat dapat dicegah demi terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.


#Red.

×
Berita Terbaru Update